Pemprov Sulsel Antisipasi Potensi Kebakaran Hutan

Pada akhir Juli lalu, Satelit Terra mendeteksi adanya 173 hotspot, dan terus meningkat setiap harinya hingga mencapai angka 239 hotspot. Dengan sebaran hotspot terbanyak terdapat di Kalimantan Barat, NTT, dan Aceh. Sementara Sulsel ada dua hotspot.

BERBAGI
Illustrasi Pemprov Sulsel.(sulselekspres.com)

MAKASSAR- Adanya informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jika Satelit Terra, Aqua Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) mendeteksi adanya peningkatan jumlah titik panas (hot spot) di wilayah Indonesia. Berdasrkan informasi tersebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mulai antisipasi bahaya kebakaran hutan dan lahan.

Pada akhir Juli lalu, Satelit Terra mendeteksi adanya 173 hotspot, dan terus meningkat setiap harinya hingga mencapai angka 239 hotspot. Dengan sebaran hotspot terbanyak terdapat di Kalimantan Barat, NTT, dan Aceh. Sementara Sulsel ada dua hotspot.

Sayangnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Kamis (3/8/2017) mengaku belum menerima laporan tersebut. “Nanti dicek, biasanya ada laporan. Tapi untuk hal begini, kita sudah ada protapnya, dan ada pengategorian, apakah itu rawan satu, dua atau tiga. Hot spot nya bagaimana, pengamanannya bagaimana. Sulsel selalu melakukan langkah antisipasi,”terangnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang mengakui, jika potensi karhutlah memang ada di Sulsel “Tapi kan daerah timur sekarang masih hujan. Hanya saja, memang harus tetap waspada,” tegasnya.

Karena menurut Agus, potensi kebakaran itu ada dua sebab, ulah manusia dan kondisi alamnya sendiri. Tapi kalau manusianya, saya yakin sudah tidak ada lagi yang membakar hutan untuk buka lahan, hanya saja, untuk kondisi alamnya, biasanya ada gesekan antardahan yang menghasilkan api. Ini yang kadang sulit dideteksi, tapi tetap diantisipasi,” lanjutnya.

Kepala Dinas Kehutanan Sulsel M Thamzil juga mengatakan, angkah antisipasi adanya potensi hotspot terus dilakukan. “Kan, tahun lalu juga ada dua titik api, yaitu di Wilayah Luwu dan Kawasan hutan daerah aliran sungai Jeneberang Kabupaten Gowa. Di lokasi itu ada masing-masing Posko dan disiagakan Satgas Manggalaatni,” ungkapnya.

Kawasan hutan di Sulsel luasnya sekitar 1,8 hektare. Tentu patut diwaspadai. “Kita juga selalu siaga karhutlah. Tentu saja tujuannya, untuk menyelamatkan hutan, seluruh kawasannya dan lahan disekitarnya. Ini bukan cuma tugas pemerintah saja. Butuh peran aktif masyarakat untuk ikut mengendalikan,” lanjut Thamzil.

Akibat dari kebakaran hutan itu sendiri, salah satunya terjadi lahan kritis. Yang di Sulsel luasannya mencapai 516.398 hektare.

loading...