UNM Bantah Akibat Katering Puluhan Mahasiswa Keracunan

BERBAGI
52 Mahasiswa UNM diduga keracunan.(Int)

MAKASSAR – Sebanyak 52 mahasiswa Program Profesi Guru (PPG) Universitas Negeri Makassar, diduga mengalami keracunan usai menyantap sarapan yang disediakan Katering di Asrama PPG, Kampus FIP UNM Jl Tidung.

Kendati pihak kampus UNM melalui bagian Humas, Prof Baharuddin membantah jika puluhan mahasiswa tersebut dilarikan ke Rumah Sakit karena mengalami keracunan makanan yang telah disediakan dari katering.

Menurutnya, selama ini pihak UNM telah lama bekerja sama dengan pihak katering, dan selama ini tidak pernah terjadi masalah apalagi sampai keracunan makanan seperti yang dialami oleh puluhan mahasisaa PPG tersebut.

“Persoalan makanan semua sudah tersedia, jadwalnya pun sudah disediakan. Kita kerja sama dan sudah terintegrasi dan selama ini tidak terjadi apa-apa kok,” kata Baharuddin, Senin (7/8/2017).

Lebih lanjut, kata dia, apa yang dialami oleh mahasiswanya tersebut diduga bukanlah keracunan. Bahkan ia mengatakan, kejadian yang mengakibatkan beberapa mahasiswa harus dirawat inap itu, disebabkan oleh kesalahan mahasiswanya sendiri, bukan kesalahan kampus.

“Bisa saja ini kesalahan mereka sendiri, mungkin saja karena lapar, pergi makan bakso dan dikasi pedis sehingga sakit perutnya. Kalau perut dalam keadaan kosong, langsung makan yang pedis bagaimana rasanya. Bisa saja berdampak pada kesehatan mereka,” tandasnya.

Selain itu, menurut Informasi yang dihimpunnya, hanya ada 16 mahasiswa yang dirawat di Rumah Sakit.

“Yang kita terima cuma 16, di RS Faisal dan yang lain. Saya kira itu bukan keracunan hanya mungkin kebetulan sakit. Kalau keracunan, 200 peserta yang ikut akan kena semua. Ini hanya beberapa orang yang dirawat,” ujarnya.

Meski demikian, pihak kampus akan tetap melakukan kordinasi terkait biaya rawat inap para mahasiswa.

“Tetap akan kita fasilitasi mereka untuk di koordinasikan terkait biaya inapnya, mereka ini kan jelas dibiayai oleh negara,” tungkasnya.

Sekedar diketahui, puluhan mahasiswa PPG yang tingga di asrama tersebut merupakan program Beasiswa dari Kemenristek yang dikelola oleh Universitas Negeri Makassar (UNM). Dan para korban merupakan angkatan ke V, yang pada bulan Februari lalu baru memulai pendidikan dan rencananya akan di wisuda 24 Desember 2017 mendatang.

Mahasiswa keluaran PPG akan menyandang gelar Sarjana Mandiri di Daerah Terdepan, Terluar, Tertinggal (SM-3T), dan akan dikirim ke beberapa wilayah di perbatasan Indonesia untuk mengabdi dengan status Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Penulis: Jusrianto

loading...