NH Berpeluang Pimpin DPP Golkar versi GMPG

BERBAGI
Bakal Calon Gubernur Sulsel, Nurdin Halid/ INT

JAKARTA – Pascapenetapan ketua umum Golkar, Setya Novanto sebagai tersangka dalam kasus e-KTP oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Internal Golkar kembali terpecah ke dalam dua faksi.

Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) bahkan menyerukan agar ada bersih-bersih di dalam partai berlambang pohon beringin itu, termasuk meminta Novanto untuk turun dari jabatannya .

Seiring dengan derasnya gelombang ‘perlawanan’ dari kelompok GMPG, muncul nama-nama yang diisukan akan mengisi kursi Novanto. Beberapa tokoh senior diantaranya Bakal calon gubernur Sulsel Nurdin Halid. Selain itu, nama senior Golkar lainnya yakni Idrus Marham, Aziz Syamsuddin, dan Airlangga Harrato.

Ketua GMPG Ahmad Doli Kurnia akan minta bantuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membersihkan citra Golkar.

Mantan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla (JK), bahkan menyebut perlu ada langkah perbaikan di Golkar. Menurutnya, keputusan soal kepemimpinan Golkar akan diserahkan pada forum Rapimnas partai.

“Banyak teman-teman Golkar yang berbicara, datang ke saya untuk minta pendapat, pandangan-pandangan. Tapi bagi saya, ini sudah urusan DPP, tentu DPD masing-masing. Memang tentu apabila ketum-nya tersangka ya ada langkah-langkah perbaikan,” kata JK beberapa waktu lalu, yang dilansir dari detik.com.

Setelah penetapan Novanto sebagai tersangka, Korbid Polhukam DPP Golkar Yorrys Raweyai sempat menghadap JK dan mengutarakan kegelisahannya soal nasib partai tersebut, apalagi pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tinggal 2 tahun lagi.

“Dipikir saya nggak gelisah? Ini kan mesti menyelamatkan ini partai. Kalau tidak, elektabilitas bisa turun. Itu adalah upaya ekspresif dari teman-teman, terutama kader muda yang sebagai penerus. Mereka kan nggak mau tinggal diam,” ujar Yorrys saat dihubungi detikcom 28 Juli 2017 lalu.

Polemik di Golkar pun tidak luput dari perhatian Istana. Apalagi, Golkar secara terang-benderang telah mengungkapkan dukungannya kepada Jokowi pada pilpres 2019 mendatang.

loading...