NH Sebut Raja Gowa Asli Andi Maddusila

BERBAGI
I Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang, didampingi permaisuri, Andi Hikmawati Kumala, dinobatkan sebagai Raja Gowa ke-37 oleh Dewan Hadat Bate Salapang (DHBS) Gowa, Selasa (2/9/2014). [SP/M Kiblat Said]

MAKASSAR – Kerajaan Gowa merupakan salah satu kerajaan besar yang ada di Nusantara dengan kekuasaan besar pada masanya. Dimana salah satu rajanya pun dikenal sebagai pahlawan nasional karena telah melakukan perlawanan sengit terhadap penjajah Belanda pada saat itu.

Kerajaan Gowa pun memiliki pahlawan yaitu Raja Gowa ke-16, I Mallombassi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape Sultan Hasanuddin Tuminanga ri Balla’pangkana, yang mulai berkuasa pada 1653 sampai 1669 menggantikan ayahnya, Sultan Malikussaid, yang memerintah pada 1639-1653.

Kerajaan Gowa yang didirikan sekitar 1300 Masehi tersebut sangat dikenal serta disegani oleh bangsa Eropa karena kebesaran dan kekuatan armada perangnya. Di masa kerajaan Gowa berjaya terdapat 36 raja yang memimpin di eranya. Selanjutnya raja ke-36 telah memutuskan untuk menyerahkan wilayah kekuasaan Kerajaan Gowa bergabung ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kini kerajaan Gowa memasuki Raja yang ke 37 setelah Andi Ijo Daeng Mattawang Karaeng Lalolang Sultan Muhammad Abdul Kadir Aidudin.

Keturunan kerajaan yang ke 37 adalah Andi Maddusila Patta Nyonri Karaeng Katangka Sultan Alauddin II yang kemudian berganti I Kumala Andi Idjo Sultan Kumala Idjo Batara Gowa III Daeng Sila Karaeng Lembang Parang yang merupakan Putra Mahkota adik kandung Maddusila sendiri.

I Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang, didampingi permaisuri, Andi Hikmawati Kumala, dinobatkan sebagai Raja Gowa ke-37 oleh Dewan Hadat Bate Salapang (DHBS) Gowa, Selasa (2/9/2014). [SP/M Kiblat Said]

I Kumala Idjo Daeng Sila Karaeng Lembang Parang, dinobatkan sebagai Raja Gowa ke-37 oleh Dewan Hadat Bate Salapang (DHBS) dipimpin ketuanya, H Abd Razak Tate Dg Jarung dan delapan orang anggotanya, Selasa (2/9/2014) lalu.

Penobatan putra mahkota kerajaan yang pernah berjaya di Timur itu, disaksikan Ketua Forum Silaturrahmi Keraton Nusantara, Ida Cokorda Ngurah Jampe Pamecutan (Raja Denpasar ke-9), Kesultanan Surakarta, Kanjeng Pangeran Norman, Kesultanan Banten, H Tubagus Ismatullah Al Abas, Kesultanan Aceh, H Muh Guntur Gempar Alam, Tra Kesultanan Jogya, Raden Mas Bambang, perwakilan dari sejumlah kerajaan lainnya, masyarakat adat Gowa, berlangsung di Batu Pallantikang, kompleks makam Raja Gowa ke-16, I Mallombassi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bontomangape Tumenanga ri Balla Pangkana atau Sultan Hasanuddin.

Andi Kumala, sapaan akrab putra bungsu Andi Idjo Karaeng Laloang, Raja Gowa ke-36, dinobatkan dengan gelar Sultan Kumala Idjo Batara Gowa ke-3. Keseharian Andi Kumala mengabdi dalam bidang pemerintahan di Kabupaten Gowa.

NH Sebut Raja Gowa Asli Adalah Andi Maddusila

Ketua Harian DPP Partai Golkar, mengatakan bahwa Raja Gowa yang asli adalah Andi Maddusila, walaupun dirinya tidak menyebut bahwa selain Andi Maddusila itu bukan yang asli dari keturunan kerajaan Gowa.

Pasangan Calon Gubernur, NH-Azis.Foto: A Latif/Sulselekspres.com

“Di sini hadir juga Raja Gowa yang asli. Ini adalah karaeng Gowa yang asli, tapi saya tidak mengatakan yang lain itu tidak asli. Saya mengatakan yang asli karna sesuai dengan tatanan kehidupan keturunan kerajaan Gowa,” ujar bakal calon Gubernur Sulawesi Selatan ini, saat memberikan sambutan peresmian rumah pemenangan pasangan NH-Azis, di Jalan Penghibur Kota Makassar, Kamis (17/8/2017).

Penulis: A. Latif

loading...