Danny Didesak Wujudkan Berdirinya Perpustakaan Kota

BERBAGI
Bakhtiar Adnan Kusuma/int

MAKASSAR – Ketua Umum Gerakan Sayang buku Ibu Suka Membaca Sulsel, Bachtiar Adnan Kusuma berharap Walikota Makassar, Ramdhan ‘Danny’ Pomanto segera merealisasikan berdirinya perpustakaan representatif dan layak di kota Makassar.

Harapan ini sekaligus mengingatkan janji Danny saat maju di Pilwalkot Makassar periode pertamanya bersama Syamsu Rizal. Karena itu, Bachtiar berharap agar beliau terpilih kembali memimpin kota Makassar dengan harapan besar segera mewujudkan berdirinya perpustakaan berskala dunia, sesuai dengan jargon Makassar kota Dunia.

Menurut mantan Ketua GPMB Sulsel ini menambahkan, tak elok jika Makassar menjadi pusat perhatian dunia, tapi belum punya perpustakaan yang layak. Ukuran kota dunia, dilihat dari aspek seberapa besar perhatian pemerintah telah menyediakan sarana perpustakaan yang layak.

“Sebagai masyarakat pembaca, kami prihatin dan sedih melihat perpustakaan Kota Makassar ditempatkan di lokasi yang kurang layak dan menumpang di Gedung eks Kantor Walikota peninggalan Belanda di Jalan Balaikota”, papar Jubir LPM Mamarita ini.

Menurutnya, kewajiban Walikota menjamin penyelenggaraan dan pengembangan perpustakaan sebagai pusat sarana belajar masyarakat dijamin UU No 43 Tahun 2007 Tentang perpustakaan Pasal 8 dan PP 24 Tahun 2014 tentang implementasi UU 43 Tahun 2007. Karena itu, sebagai masyarakat perbukuan Nasional, mendesak DP mewujudkan perpustakaan kota Makassar yang layak dan Berwibawa.

“Saya yakin dan percaya DP bisa mewujudkan Makassar sebagai cetrun kota Membaca dan menulis dengan sarana perpustakaan yang sehat dan konstruktif Makassar menuju kota Pusat Literasi,” kata Bachtiar Adnan Kusuma, Penggagas Gerakan Indonesia Membaca dan Menulis Indonesia.

Bachtiar Adnan Kusuma, M. Anis Kaba, Heru Dongeng, Syahriar Tato mendesak agar Walikota menjadikan penyediaan perpustakaan Kota Makassar sebagai agenda utama di periode keduanya. ” Kami dukung DP menjadi walikota Membaca dan Menulis pertama di Indonesia,” pungkasnya.

loading...