Pisang Manis, Mantra Para Nelayan Bugis-Makassar

BERBAGI
Suasan para nelayan di Pelelangan Ikan Pelabuhan Paotere, Makassar, Sabtu (19/8/2017). foto: Sulselekspres.com/Jusrianto

MAKASSAR – Nelayan adalah istilah bagi orang-orang yang sehari-harinya bekerja menangkap ikan atau biota lainnya yang hidup di dasar, kolom maupun permukaan perairan.

Perairan yang menjadi daerah aktivitas nelayan ini dapat merupakan perairan tawar, payau maupun laut.

Namun menjadi seorang nelayan merupakan hal yang tidak mudah, mengingat profesi nelayan harus kuat menerjang cuaca yang berubah-ubah setiap saat serta mengahadapi terjangan ombak yang kuat.

Hal ini diungkapkan salah seorang yang berprofesi sebagai nelayan Muhlis. Menurutnya menjadi seorang nelayan harus mempunyai jiwa dan mental pemberani.

“Kalau jiwa dan mental kita lemah, mending jammaki jadi nelayan. Nelayan itu sangat mempunyai resiko yang sangat tinggi. Jadi kalau hanya setengah-setengah mending urungkan saja niatta jadi nelayan,”ungkap Muhlis saat diwawancarai Sulselekspres.com di Pelelangan Ikan Pelabuhan Paotere, Makassar, Sabtu (19/8/2017).

Menjadi seorang nelayan, kata Muhlis harus bisa menjadi gesit dan harus siap siaga untuk menjaga jaring dan tidak boleh tidur ketika jaring telah dipasang.

“Jadi menjaga jaring ini seperti menjaga harta kita, kapan jaring tidak diperhatikan maka hasil yang di dapatpun tidak memuaskan,”tambah Muhlis.

Lanjut Muhlis bahwa pada bulan Agustus ini cuaca kurang bagus jadi ikan yang di dapatpun tak sebanyak bulan-bulan sebelumnya.

“Bulan ini agak menurun, karena perubahan cuaca. Meskipun bagitu, alhamdulillah saya tidak pernah membawa pulang ikan dengan hampa,”pungkas Muhlis.

Mantra Leluhur Para Nelayan 

loading...