Rekomendasi PAN ke Dany Pomanto Jadi Perdebatan Dua Partai

BERBAGI
Ketua Bidang Advokasi DPD PAN Makassar, Muh Yusri Yusuf/ IST

MAKASSAR – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Makassar menanggapi pernyataan salah satu politisi Golkar, Rahman Pina (RP) perihal rekomendasi partai berlambang matahari terbit itu ke Petahana, Moh Ramdhan Pomanto (DP) di Pilwali Makassar 2018 mendatang.

Sebelumnya beredar, pernyataan RP di Grup WhatsApp dan media yang menilai bahwa rekomendasi PAN ke DP belum jelas. Alasannya karena yang diperlihatkan hanyalah copyan.

“Dia (RP) tau apa soal rekomendasi PAN ?, atau takut ?, kok sok tau. Mana ada copy-an yang tidak didasari aslinya. Mungkin bagusnya jangan ada ngawur soal dapur orang. Urus saja dapur sendiri, supaya kesannya tidak sok’ sibuk yah,” tegas Ketua Bidang Advokasi DPD PAN Makassar, Muh Yusri Yusuf, pada Senin (28/8).

Dia menegaskan bahwa sebagai legislator, RP mestinya beretika dalam mengeluarkan statamen. Bahkan dia menyentil keras Golkar yang hingga saat ini juga belum memutuskan sikap siapa yang akan diusung di Pilwali Makassar.

“Tolong beretika lah, sebagai anggota DPRD yang dipilih seorang rakyat. Bercermin lah pada diri sendiri. Kemungkinan mana yang jelas antara yang sudah menentukan sikap, ketimbang hanya koar – koar sama sekali,” tegasnya.

Tidak hanya itu, Yusri secara gamblang mempertanyakan soal kepastian bakal calon yang dijagokan RP. Diketahui Ketua DPD II Golkar Makassar, Farouk M Betta juga akan bertarung pada hajatan politik lima tahunan nanti.

“Orang yang sudah kantongi rekomendasi saja dikatakan belum pasti. Lebih – lebih dia yang hanya mengandalkan wacana. Dan saya pastikan PAN tetap di pak Danny,” tuturnya.

Disinggung perihal Surat Keputusan (SK) rekomendasi yang hanya copy-an. Yusril menegaskan, tidak mesti juga untuk diperlihatkan ke RP. Alasannya lantaran RP bukan penyelenggaran Pilwali (KPU) yang harus memastikan benar atau tidaknya.

“Apa untungnya kami harus perlihatkan ke dia (RP). Emangnya dia siapa ? KPU kah ? pengamat kah?, atau politisi sok urus? Suruh jangan terlalu banyak bermimpi itu orang. Atau mungkin sudah merasa kalah dengan rivalitas di internal mereka, sehingga cari lawan baru,” tandasnya.

loading...