Innalillahi, Satu Suporter Meninggal di Laga Indonesia Vs Fiji

BERBAGI
Suporter Indonesia memberi dukungan kepada timnas Indonesia U-22 yang bertanding melawan timnas Vietnam U-22 babak penyisihan grup B SEA Games XXIX Kuala Lumpur di Stadion Majlis Perbandaran Selayang, Malaysia, Selasa (22/8/2017). Bermain dengan 10 orang setelah Hanif Sjahbandi diusir wasit pada menit ke-63, Indonesia menahan imbang Vietnam dengan skor 0-0.(ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

BEKASI – Korban meninggal akibat sepakbola kembali bertambah. Seorang suporter bernama Catur Yuliantono dikabarkan meninggal dunia setelah terkena petasan pada pertandingan antara timnas Indonesia dan Fiji di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi, Sabtu (2/9/2017).

Dilansir dari Kompas.com, pria berusia 32 tahun tersebut meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit akibat terkena ledakan petasan di stadion.

Kabar itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, dalam sesi jumpa pers dadakan selepas pertandingan. Tisha mengatakan, korban meninggal dunia dalam perjalanan menuju ke Rumah Sakit Mitra Keluarga di Kota Bekasi.

Kejadian meledaknya petasan itu dilepaskan oleh suporter Indonesia dari tribune selatan Stadion Patriot ketika pertandingan selesai. Petasan itu bergerak menuju ke tribune timur, tempat korban berada.

Kata Tisha, korban datang ke Stadion Patriot bersama dengan keluarganya dan memesan tiket di tribune timur. Korban yang lahir pada 18 Juli 1985 itu tinggal di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur.

”Sepak bola kita menghadapi ujian. Pada menit akhir, tadi ada insiden kembang api yang diterbangkan. Itu sangat fatal. Petasan itu dari tribune selatan ke tribune timur,” kata Tisha.

”(Luka yang diderita) Ini sangat berat. Hal itu mengakibatkan korban meninggal dunia,” tuturnya menambahkan.

loading...