SYL Dukung IYL di Pilgub, Pengamat: Pembina Politik Perlu Menjaga Etika

BERBAGI
Firdaus Muhammad

MAKASSAR – Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo, beberapa waktu terakhir ini terkesan sudah mengkampanyekan mantan bupati Gowa dua periode, Ichsan Yasin Limpo.

Hal itu tergambar melalui sejumlah kegiatan seperti perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Tanah Toraja, Kamis 31/8), dan melalui momen ulang tahun ke 82 ibunda Hj Nurhayati, di rumah jabatan gubernur Sulsel, Sabtu (2/9).

Bahkan sebelumnya mantan bupati Gowa dua periode ini menyampaikan, demi nama idealisme dan semangat mengabdi itu pula lah, Syahrul menitip doa dan harapan, kiranya kepemimpinannya di Sulsel selama 10 tahun menjadi gubernur, akan dilanjutkan oleh Ichsan Yasin Limpo (IYL).

“Idealisme ini harus dilanjutkan. Dan yang melanjutkan adalah Pak Ichsan Yasin Limpo,” tegas Syahrul yang selama dua periode mampu menjadikan Sulsel sebagai provinsi terbaik di Indonesia, Sabtu (2/9).

Dalam kesempatan tersebut Syahrul yang berdiri didampingi Ichsan, Haris Yasin Limpo, Andi Tenri Angka, juga mengingatkan jika niat Ichsan maju di pilgub, bukan karena mengejar jabatan.

“Ini bukan soal jabatan. Tapi ini atas nama cita-cita dan idialisme. Itulah kenapa Pak Ichsan ingin mengabdikan diri,” beber gubernur Sulsel dua periode itu.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Firdaus Muhammad, menilai sikap SYL makin terang – terang memberikan dukungan kepada IYL.

Menurut Firdaus sapaan akrabnya akademisi UIN Alauddin Makassar, kurang tepat dalam posisi sebagai gubernur yang seakan – akan membangun opini publik bahwa yang tepat menggantikannya adalah adik kandungnya.

“Selaku pembina politik perlu menjaga etika politik dan pemerintahan tanpa mengarahkan dukungan pada kandidat tertentu,” tegas Firdaus melalui whatsapp nya kepada sulselekspres.com Minggu (3/9).

Lebih lanjut Firdaus, sekalipun publik juga tahu bahwa dirinya pasti dukung adiknya. SYL sejatinya netral dan fokus mengakhiri karirnya di gubernuran selama 15 tahun, dua periode gubernur dan sebelumnya sebagai wagub itu dengan legacy Sulsel lebih demokraris.

“Rakyat Sulsel kelak akan memilih pemimpin yang terbaik tanpa harus didikte, ” tutupnya.

 

loading...