None Dikritik Soal Penerimaan Siswa Baru

BERBAGI
Kadir Halid saat menerima aspirasi orang tua siswa/ Latif

MAKASSAR – Ketua Forum Komite Sekolah Makassar, Bachtiar Adnan Kusuma mengkritik kebijakan Dinas Pendidikan Sulsel terkait penerimaan siswa baru.

Pasalnya, kebijakan Kadis Pendidikan, Irman Yasin Limpo (None) terhadap penerimaan siswa baru tahun 2017 dianggap sangat tergesa-gesa. Padahal mestinya diawali dengan sosialisasi kepada orang tua siswa dan komite sekolah tentang kebijakan baru penerimaan siswa baru.

“Masalahnya Kadis mau mendengar aspirasi masyarakat atau tidak. Urusan pendidikan bukan urusan Kadis semata, tapi urusan kita semua,” kata Bachtiar saat dikonfirmasi, Kamis (7/9).

Menurutnya, persoalan penerimaan siswa baru ini harus didiskusikan secara terbuka. “Persoalannya urusan pendidikan bukan barang borongan pemerintah semata, tapi kami juga masyarakat ikut bertanggungjawab. Perlu diskusi terbuka dong,” kata Jubir LPM Mamarita Makassar ini.

Sementara itu, Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Kadir Halid menerima aspirasi dari Aksi Aliansi Mahasiswa dan Orang Tua Murid Makassar, Kamis 7/9 di DPRD Sulsel. Sebelum ke DPRD Sulsel, para pendemo mendatangi Kantor Gubernur Sulsel dan Disdik Sulsel. Kedatangan 20 perwakilan orang tua dan mahasiswa di Gubernuran dan Disdik Sulsel ini untuk menagih janji pemerintah terkait adanya ribuan siswa yang belum tertampung.

Salah satu peserta aksi, Herman Hafied Nassa mengatakan, para orang tua siswa yang tidak diterima anaknya masuk di SMA Negeri dijanjikan jawaban keputusan pada 16 Agustus 2017. “Janji janji, tapi tidak ada realisasinya,” kata Herman.

Dia menuntut pihak Disdik Sulsel segera memberikan jalan keluar bagi ribuan siswa yang belum tertampung di SMA/SMK Negeri di Sulsel gara-gara kebijakan Kadis Pendidikan Sulsel.

Adapun Kadir Halid berjanji akan memanggil None selaku Kadis Pendidikan Sulsel bersama Forum Orang Tua Siswa dan Forum Komite Sekolah Makassar. Ini agar dicarikan jalan keluar secepatnya.

Sampai berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi dari pihak Disdik Sulsel.

loading...