Bea Cukai Sulawesi Musnahkan 13 Juta Batang Rokok Dan 225 Botol Miras Ilegal

BERBAGI
Ilustrasi Pemusnahan barang bukti ilegal/ INT

MAKASSAR – Sebanyak 13 juta batang rokok ilegal dengan nilai barang sebesar Rp 8,48 Miliar dengan kerugian negara yang berasil dicegah sebesar Rp 4,34 Miliar dan 225 botol Minuman keras ilegal dimusnahkan di Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Selatan Jalan Satando, Makassar, Selasa (20/9).

Barang tersebut merupakan hasil penindakan pada akhir 2016 dan Awal 2017 oleh Kanwil Bea Cukai Sulawesi dan KPPBC TMP B Makassar.

Kepala Kanwil Bea Cukai Sulawesi Untung Basuki mengatakan, barnag ilegal ini didapatkan di pintu masuk baik di pelabuhan laut, bandar udara maupun barang yang sudah berada di pasaran di wilayah Sulsel dan Sulbar.

“Kanwil Bea Cukai Sulawesi dari tahun ke tahun senantiasa melakukan peningkatan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal di wilayah Pulau Sulawesi, sampai dengan pertengahan tahun 2017elah dilakukan penindakan terhadap rokok ilegal dengan jumlah barang sebanyak 31,5 juta batang, nilai barang 18,23 Milyar dan kerugian negara yang berhasil diselamatkan 10,47 Milyar,” ujar Untung Basuki.

Ia menambahkan bahwa pelanggaran yang paling dominan ditemukan pada tahun 2017 adalah rokok yang tidak dilekati pita Bea cukai dan dilekati pita Bea cukai palsu yang kebayakan berasl dari pulau Jawa.

Pengawasan terhadap rokok dan Minuman ilegal ini tentunya selaras dengan program pemerintah untuk memberikan perlindungan ke masyarakat terhadap barang-barang berbahaya dan tentunya pengawasan ini akan berdampak pada peningkatan penerimaan negara khususnya di bidan Bea Cukai.

“Kanwil Bea cukai Sulawesi juga sampai pertengan september 2017 ini telah berhasil melakukan penindakan di bidang kepabeanan dengan nilai mencapai RP 39,6 Milyar dengan mengamankan barnag bukti yakni, Amonium Nitrat dengan jumlah 62.500 kg, Rotan dengan jumlah 3.798 bundles, Pakaian Bekas dengan jumlah 1.575 bale dan Barang-barang lartas lainnya di bandara dan kantor pos dengan jumlah 50 paket,” tandas Untung Basuki.

loading...