Perhimpunan Pers Mahasiswa Aksi Solidaritas YLBHI

BERBAGI
Aksi solidaritas YLBHI di Fly Over Makassar, Selasa (19/9)/ IST

MAKASSAR – Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPM) Dewan Kota (DK) Makassar, menggelar aksi solidaritas terhadap penyerangan dan pengepungan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang dikepung sejumlah massa Minggu (18/9) dinihari.

Mereka menilai, penyerangan Kantor YLBHI – LBH Jakarta dilakukan secara sistematis dan masif bahwa kegiatan yang berlangsung di kantor LBH Jakarta, adalah kegiatan mengenai PKI dan menyanyikan lagu genjer-genjer dan sebagainya, namun semua tudingan tersebut sama sekali tidak benar dan tidak mendasar.

Kegiatan seminar yang membahas sejarah Indonesia tentang 1965 dikantor YLBHI – LBH Jakarta dibubarkan oleh pihak polisi dengan menghadang peserta yang rata-rata lansia. Seharian penuh waktu dihabiskan untuk melarang seminar.

Menurut Koordinator Lapangan (Korlap) Axel, saat membawakan orasi Selasa (19/9), YLBHI – LBH Jakarta selama ini menjadi wadah semua orang untuk bertemu menyampaikan pendapat, berdiskusi dan sebagainya, sepanjang tidak bertentangan dengan Nilai-nilai HAM, Demokrasi, dan Rule of law. YLBHI juga yang selama ini terus tanpa pamrih memperjuangkan hak-hak paket yang selama ini merasa tertindas baik buruh tani, mahasiswa, rakyat miskin kota, dan perempuan yang berlawan, melalui bantuan hukum struktural.

Peristiwa memilukan ini merupakan cerminan betapa ketidakseriusan dan ketidakbecusan pemerintah dalam menjamin dan menegakkan nilai-nilai HAM.

“Maka kami dari PPMI DK Makassar mengecam dan mengutuk tindakan represif, pembiaran, dan penyerangan yang terjadi di YLBHI – LBH Jakarta serta segala tindakan yang mengokupasi jalannya demokrasi di Indonesia,” tegas Axel.

Beberapa tuntutan lainnya, yakni pemerintah dan aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus ini dan mencari aktor intelektual dibalik penyerangan dan pengepungan kantor YLBHI dan LBH Jakarta.

Selain itu, presiden dan penegak hukum menghormati, menjaga dan menjamin kebebasan setiap warga negara maupun kelompok-kelompok masayarakat sipil untuk berdiskusi, dan menyampaiakan pendapat secara langsung atau tidak langsung.

“Presiden mengambil tindakan kongkrit dalam agenda penyelesaiaan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu serta mencegah terjadinya pelanggaran HAM dimasa yang akan datang,” tandasnya.

Aksi yang digelar puluhan mahasiswa itu, dikawaal ketat oleh pihak kepolisian dan berjalan lancar.

loading...