Fraksi DPRD Makassar Akan Panggil “Tuan Guru” Karena Ini

BERBAGI

MAKASSAR – Sejumlah fraksi di DPRD Makassar sepakat memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar. Terkait laporan dari masyarakat yang menuduh Ismunandar menggalang dukungan kepada guru, orang tua siswa, dan siswa untuk menjadi Bakal Calon Wakil Wali Kota Makassar.

“Tidak boleh ada mobilisasi dukungan di kalangan pendidik dan orang tua siswa. Apalagi siswa,” kata ketua fraksi PKS, Mudzakkir Ali Djamil, Selasa (26/9/2017).

Kata Mudzakkir, pihaknya tetap memegang asas praduga tak bersalah.

“Bagusnya ada laporan tertulis disertai bukti lapangan. Supaya bisa disikapi dengan baik,” kata Muda sapaan akrab legislator PKS ini.

Mudzakkir belum menentukan kapan Ismunandar akan dipanggil untuk klarifikasi tuduhan penggalangan dukungan ini.

“Sekiranya itu betul, maka saya menyayangkan yang dilakukan Kadis Pendidikan,” katanya.

Anggota fraksi Golkar, Andi Nurman, menegaskan akan memproses Ismunandar sesuai dengan kapasitasnya sebagai dewan dalam bidang pengawasan. Menurutnya, tidak etis seorang kepala dinas melakukan hal demikian, selain berpolitik praktis, itu juga dinilai mencederai dunia pendidikan kota Makassar.

“Makanya Pak Wali Kota harus memberi sanksi tegas, karena sudah jelas melanggar etika dan undang-undang ASN,” tandas politisi Golkar tersebut.

Sementara itu Ketua fraksi PAN DPRD Makassar, Hamzah Hamid, membenarkan akan mengagendakan pemanggilan kepada Ismunandar ke Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesra.

Hamzah mengaku akan menanyakan beberapa hal terkait langkah politik yang dinilai tidak tepat oleh mantan staf ahli wali kota tersebut.

“Kita sangat sayang kepada pak kadis, makanya kita panggil untuk mengklarifikasi apakah yang dilakukan itu atas inisiatifnya. Saya belum percaya sepenuhnya sebelum pak kadis datang ke sini,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah orang tua siswa melaporkan ke Wali Kota. Mereka merasa keberatan, jika anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), dibagikan surat pernyataan dukungan paslon.

Surat tersebut berbunyi pernyataan tidak akan menarik dukungan terhadap pencalonan pasangan perseorangan dalam pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, yakni Ir. H. Moh. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto dan H. Ismunandar, MM.

Bahkan, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto dibeberapa media online telah membantah menyebar surat di sekolah terkait dengan hal tersebut.

Diketahui akhir-akhir ini, Ismunandar siap mendampingi Danny Pomanto sebagai wakil di Pilwali Makassar pada 2018 mendatang jika diberikan amanat tersebut. Pemilik tagline “Tuan Guru” itupun telah menerangkan akan kesiapannya di beberapa media online.

Bahkan, Ismunandar mengaku rela meninggalkan status Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kini disandangnya, untuk ikut bertarung mendukung Danny, yang notabene merupakan atasannya di Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

“Jika diminta pimpinan, saya siap maju. Apalagi saya selama ini Pak Wali selalu mendorong semua SKPD. Jadi bukan hanya saya, tapi semuanya, untuk bisa dilihat siapa-siapa yang polingnya tinggi dan bisa dipilih untuk mendampingi beliau,” kata Ismunandar, Rabu (20/9/2017).

loading...