Bro Rivai Soroti Ketimpangan dan Korupsi di Sulsel‎

BERBAGI
Juru Bicara Bro Rivai, Achmad Shabir (kiri) bersama Abdul Rivai Ras (Bro Rivai) - (Int)

MAKASSAR – Bakal Calon Gubernur Sulsel, DR Ir H Abdul Rivai Ras MM MS MSi (Bro Rivai) menyoroti tingginya angka ketimpangan di Sulsel serta maraknya kasus korupsi yang menjerat kepala daerah belakang ini.

Dua masalah itu menjadi sorotan utama Dosen Pascasarjana Universitas Indonesia ini kala mengikuti ‎Simposium Sulsel yang digelar Partai Demokrat di Hotel Four Point by Sheraton, Rabu (27/9/2017).

‎”Meskipun ekonomi kita bertumbuh diatas 7 persen hari ini, namun Gini Ratio kita tergolong tinggi, 0,400. Angka ini lebih tinggi dari Gini Ratio nasional yang hanya 0,394. Ini ‎menunjukkan ada jurang pemisah yang besar dari sisi kesejahteraan. Yang miskin semakin miskin, dan yang kaya semakin kaya!” sorot Bro Rivai dalam orasi ilmiah 7 menit.

BACA: Bro Rivai: Saya Setengah Demokrat

‎Gini Ratio atau Koefisien Gini adalah ukuran ketidakmerataan atau ketimpangan agregat (secara keseluruhan) yang angkanya berkisar antara nol (pemerataan sempurna) sampai satu (ketimpangan sempurna). Semakin mendekati angka 1 (satu) berarti semakin timpang kesejahteraan antara masyarakat yang kaya dan yang miskin. Begitupun sebaliknya, semakin mendekati angka 0 (nol) berarti semakin merata tingkat kesejahteraan masyarakat.

“Penduduk miskin kita saat ini mencapai 813 ribu jiwa lebih. Kita peringkat 9 nasional provinsi yang paling banyak orang miskinnya. Papua saja masih lebih baik dari kita,” bebernya.

BACA: Bro Rivai : Petarung Tanpa Kata Menyerah

‎Pelopor dan pendiri Universitas Pertahanan Indonesia ini juga menyoroti maraknya kasus korupsi yang semakin menambah polemik kemiskinan di Sulsel. Ia menyesalkan banyak kepala daerah yang tidak becus menjalankan amanah untuk mengurangi angka kemiskinan namun justru sibuk memperkaya diri sendiri.

“Tata kelola pemerintah yang bersih dan transparan adalah keharusan bila kita ingin melihat Sulsel semakin maju ke depan. Partai Demokrat bersama Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) adalah musuh korupsi. Rekam jejak yang bersih adalah harus menjadi pertimbangan utama dalam memilih calon pemimpin, jika Partai Demokrat tak ingin nama baiknya kembali tercoreng,” imbuh Alumni Studi Tata Kelola Pemerintahan yang baik dari Giessen Univesity, Jerman ini.

loading...