Lewati Masa Cedera, Sang Jendral Lapangan Tengah PSM Makassar Kembali Merumput

BERBAGI
Kembalinya Jendral Lapangan Tengah PSM

MAKASSAR – Rasyid Bakri menatap awal Go-Jek Traveloka Liga 1 dengan penuh optimisme. Ia sedang berada pada puncak karier di usia keemasannya yang memasuki 26 tahun.

Pemain kelahiran Kabupaten Gowa, 17 Januari 1991 ini, menyandang status sebagai pemain tengah terbaik Torabika Soccer Championship (TSC) 2016 lalu.

Bersama pemain asing yang juga sedang naik daun, Wiljan Pluim, Rasyid juga menjadi otak permainan PSM yang bangkit untuk bersaing di papan atas pada paruh kedua turnamen di musim 2016 tersebut.

BACA: Beberapa Pemain PSM Yang Terancam Akumulasi Kartu Di Laga Berikut

Sayang, nasib berkata lain. Ketika menjalani pertandingan pra-musim menghadapi Celebest FC pada bulan April 2017, Rasyid harus ditandu keluar lapangan. Belakangan diketahui, sang idola publik Makassar ini menderita salah satu cedera yang paling ditakuti pemain sepak bola professional, yaitu Anterior Cruciate Ligament (ACL).

Namun, Seiring berjalannya waktu, memasuki akhir bulan September ini, Rasyid Bakrie mengaku rindu bisa bergabung dengan tim. Dirinya kini sudah bisa ikut latihan di Stadion Andi Matalatta Mattoanging, Jumat sore (29/9/2017).

BACA: Persipura Vs PSM, Hanya Meraih Hasil Imbang, Robert Tetap Puji Skuatnya

Bagi Rasyid, dengan kembalinya dia ke dalam tim, ia berharap bisa tampil disisa akhir kompetisi. “Tapi saya konsultasi sama pelatih (Robert Alberts) sama dokter tim dulu. Apakah saya bisa bermain disisa kompetisi ini atau tidak,” ungkapnya, (29/9/2017)

Menurutnya, kondisi cedera yang ia alami telah berangsur membaik. Apalagi, dengan bantuan proses terapi yang ia jalani di Jakarta selama beberapa bulan mampu mempercepat proses pemulihannya.

Hanya saja, untuk bisa kembali tampil seperti sedia kalah, harus butuh proses. Diantaranya adalah proses pemulihan fisik pasca cedera, hingga proses pemulihan trauma pasca cedera.

BACA: Robert Harap Bhayangkara VS Bali United Berakhir Seri

“Kondisi saya sangat jauh dengan teman-teman yang telah mengikuti kompetisi panjang. Jadi kalau proses pemulihan fisik harus saya jalani sampai akhir kompetisi tidak apa-apa. Apa boleh buat,” jelasnya.

loading...