Nelayan Makassar Terima 1.375 Konverter dari Menteri ESDM

BERBAGI
Wali Kota Makassar Danny Pomanto menyerahkan bantuan dari Kemen ESDM untuk nelayan di Makassar/ IST

MAKASSAR – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto menerima secara simbolis paket konversi BBM ke LPG untuk kapal perikanan bagi nelayan kecil Makassar.

Penyerahannya berlangsung di Anjungan City of Makassar, diserahkan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Maineral (ESDM) Ignasius Jonan, Jumat, (29/9).

Bantuan yang bersumber dari Kementerian ESDM RI itu akan disalurkan melalui Dinas Pertanian dan Perikanan Makassar (DP2) kepada nelayan kecil Makassar sebanyak 1.375 paket.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi nelayan kita. Memungkinkan nelayan melaut lebih jauh sehingga hasil tangkapannya pun bisa lebih banyak yang berimbas pada peningkatan kesejahteraan ekonomi nelayan,” kata Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

Data DP2 Makassar di tahun 2016, mencatat produksi tangkapan perikanan laut Makassar sebesar 12.731,4 Ton yang dihasilkan oleh 11.497 nelayan.

Selama ini, nelayan Makassar memanfaatkan 4.934 alat tangkap yang dioperasikan dengan armada sebanyak 1.349 unit Dari besaran potensi peeikanan itu pula mampu menghasilkan nilai produksi sebesar Rp 445 Triliun.

“Capaian itu memberikan gambaran jika Makassar masih bisa mengembangkan potensi perikanannya, apalagi ditambah dengan bantuan konverter dari kementerian ESDM,” tambah Wali Kota Danny.

Menteri ESDM Ignasius Jonan menyebutkan di tahun 2017 ada 16.981 unit paket perdana konverter kit yang akan dibagikan di 26 kabupaten/kota se – Indonesia.

“Dari jumlah itu, sebanyak 2.375 unit di Sulawesi Selatan yang disebar di Makassar sebesar 1.375 unit, Maros 425 unit, Jeneponto 371 unit, dan Soppeng 204 unit,” rinci Menteri Ignasius Jonan.

Program konversi BBM ke LPG untuk nelayan, kata Menteri Ignasius bertujuan memberikan solusi penyedia energi alternatif yang ramah lingkungan dan sudah familiar bagi masyarakat.

Tujuan lainnnya, nelayan juga berkontribusi dalam upaya penyelamatan lingkungan khususnya pelestarian terumbu karang dengan menekan emisi gas karbon monoksida atau gas buang.

Selain itu, pemanfaatan LPG juga dapat mengurangi kerusakan terumbu karang akibat ceceran minyak di laut yang berasal dari perahu nelayan.

Dan yang terpenting dari pengalihan BBM ke LPG ini dapat membantu mengelola ekonomi masyarakat nelayan agar lebih sejahtera.

“Nelayan bisa menghemat biaya produksi dari Rp 30.000 hingga Rp 50.000 dengan beralih ke LPG,” tutup Ignasius Jonan.

loading...