Pembina Yayasan Stikes Mega Rezky Ajak Mahasiswa Kritis Tanpa Aksi Demo

BERBAGI
Wali Kota Makassar Danny Pomanto berbicang santai dengan manajemen Yayasan Mega Rezky Makassar/ SULSELEKSPRES.COM/ MUH.ADLAN

MAKASSAR – Menjadi mahasiswa adalah impian banyak orang tua, melihat anak-anak mereka maju dan berkembang lewat pendidikan yang baik adalah suatu kebanggaan orang tua.

Namun, kadang banyak pula mahasiswa melupakan, utamanya mahasiswa kuliah di Fakultas Pendidikan notabenenya adalah calon guru, calon pendidik. Akan tetapi lebih senang melakukan aksi demo ketimbang kuliah dengan baik.

“Kritis bagi mahasiswa boleh, akan tapi jangan melakukan aksi demo, apalagi yang kuliah di jurusan pendidikan, masa calon guru kerjanya demo?,”kata Pembinan yayasan Stikes Mega Rezky, Pembina Yayasan Stikes Mega Rezky, H. Alimuddin SH, MH, MKN saat memberi sambutan di kegiatan Kuliah umum Wali Kota Makassar, Moh. Ramadhan Pomanto dengan tema gerakan hidup bersih dan hijau kepada ratusan Mahasiswa, di aula Kampus STKIP Mega Rezky , Selasa (3/9).

BACA: Wali Kota Beri Kuliah Umum di STKIP Mega Rezky

Menurut H. Alimuddin, Guru sejatinya adalah pendidik bagi calon penerus bangsa yang mengajarkan nilai luhur dan kebaikan.

“Namun jika calon-calon guru pun juga kerjanya kebanyakan demo maka akan menjadi guru pendemo saja nantinya,”terangnya.

Maka dari itu, H. Alimuddin yang juga Legislator DPRD Sulsel tersebut, dihadapan ratusan mahasiswa Stikes Mega Rezky meminta agar semua mahasiswa belajar untuk menjadi teladan yang baik, menajadi calon guru yang baik.

“Kritis demi kebaikan boleh asal jangan melakukan aksi demo, agar dunia pendidikan kita bisa terus berkembang tanpa mengabaikan nilai budi pekerti kita,”harapnya.

Simak Video Sambutan H. Alimuddin berikut:

loading...