Ingin Kembangkan Pendidikan Sulsel, IYL Meneliti di Amsterdam

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Setelah menempuh perjalanan udara sekitar 14 jam dari Bandara International Soekarno Hatta di Jakarta, Kandidat Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo (IYL) tiba dengan selamat di Bandara Schipol, Amsterdam, Belanda, Rabu (4/10) waktu setempat.

IYL yang didampingi istri Hj Novita Madonza Amu serta beberapa guru besar di bidang pendidikan, bakal memulai penelitiannya tentang penerapan pendidikan dasar di Amsterdam selama beberapa hari, sebelum melanjutkan ke negara lain, yakni Finlandia.

Saat tiba di Amsterdam, Ichsan yang dikenal pelopor pendidikan gratis di Indonesia, kompak mengenakan jaket Punggawa bersama sang pujaan hati Hj Novita. Termasuk saat beristirahat sejenak di area bandara.

Baik sebelum maupun setelah tiba di bandara international di negara Eropa tersebut, Ichsan dan istri selalu mengumbar kemesraan. Termasuk saat berpamitan kepada beberapa kerabatnya di kediaman pribadinya di Hertasning, Makassar.

“Saya melakukan penelitian ke luar negeri, bukan tujuan utama saya mendapatkan predikat gelar doktor. Tapi lebih dari itu, memang ingin serius mendalami dan membandingkan mengenai penerapan serta kebijakan pendidikan di negara-negara tersebut,” kata IYL sebelum bertolak ke Amsterdam, melalui whatsapp tim media IYL-Cakka, kepada sulselekspres.com, Rabu (4/10).

IYL berharap, apa yang dilakukan nanti, bisa menjadi dijadikan bahan masukan, baik untuk penyusunan disertasinya, maupun konstribusi terhadap pendidikan dasar di Indonesia, terutama dalam meningkatkan mutu atau kualitas generasi.

Diketahui, IYL melakukan penelitian di tujuh negara. Sebelumnya, mantan Bupati Gowa dua periode ini sudah berkunjung ke beberapa  negara. Seperti, Singapura, Jepang, Korea Selatan, serta Australia.

Selama melakukan penelitian, IYL juga menunjukkan keseriusannya dalam melakukan perbandingan pendidikan dasar. Bahkan, tokoh peduli pengungsi di Indonesia ini versi lembaga kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerbitkan tulisan di jurnal international.

loading...