Konflik Kepentingan Perguruan Tinggi, ACC-TII-Unhas Jalin Kerjasama

BERBAGI
Ketua Badan Pekerja ACC Sulawesi Abdul Muttalib/ IST

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Seminar dan Penandatanganan MoU pencegahan dan pengendalian Konflik Kepentingan (KK) di Perguruan Tinggi antara Badan Pekerja Anti Corruption Committee (ACC), Transparancy International Indonesia (TII)-Unhas, Rabu (11/10).

“KK memiliki keterkaitan dengan korupsi. Memang tidak semua KK merupakan korupsi. Tapi semua korupsi memiliki KK didalamnya,” ujar Direktur ACC Abdul Muthalib, Senin (9/10) malam.

lanjut dia, benturan kepentingan baik pribadi maupun kelompok terhadap kepentingan publik tersebut berpotensi menjadikan sesorang berlaku tidak etis. Konflik kepentingan termasuk penyebab terjadinya korupsi yaitu dengan cara penyalahgunaan wewenang.

Universitas atau perguruan tinggi sebagai institusi pendidikan yang menjunjung tinggi etika akademik dan sebaga pencetak calon pemimpin masa depan, wajib menerapkan nilai-nilai anti korupsi dalam kesehariannya, salah satunya menghindari Konflik Kepentingan yg akan berujung pada penyalahgunaan wewenang.

“Hal ini sebagai bagian dari upaya penguatan nilai-nilai anti korupsi untuk selanjutnya menjadi rule model atau SOP bagi pegawai dan dosen agar terhindar dari perilaku koruptif,” ujar Thalib, sapaan akrab Mthalib.

Sebelumnya TII juga telah melakukan MOU dengan beberapa kampus yaitu Universitas Andalas dan Universitas Airlangga. Universitas Hasanuddin menjadi Kampus pertama di Indonesia Timur yang melakukan MOU ini dan diharapkan dapat menjadi pilot project bagi kampus-kampus lainnya.

“Tujuan kegiatan ini mendapatkan komitmen pemimpin Universitas Hasanuddin dalam mengimplementasikan pencegahan korupsi melalui pencegahan dan pengendalian konflik kepentingan. Juga menginformasikan kepada publik mengenai pengendalian konflik kepentingan,” ujar dia.

Sementara, hasil yang diharapkan yakni adanya komitmen pemimpin Universitas Hasanuddin menerapkan ujicoba dan menjalankan cara-cara mencegah dan mengendalikan insiden konflik kepentingan di lembaganya masing-masing. Selain itu lanjut Thalib, tersosialisasinya pengendalian konflik kepentingan kepada publik.

loading...