Parpol Dibegal, Saat IYL Lagi Keliling Eropa

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Partai Amanat Nasional (PAN) sebelumnya sudah mengatakan sikap untuk all out memenangkan pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka). Modal 9 kursi itu dibegal begitu saja oleh bakal calon lain.

Selain dibegal oleh kandidat lain, partai yang berlambangkan matahari terbit itu, di tingkat DPP sudah membangun komitmen baru dengan bakal calon Gubernur dan wakil gubernur Sulsel Nurdin Abdullah-Andi Sudirma Sulaiman (NA-ASS), hal tersebut dibuktikan dengan terbitnya rekomendasi ganda kepada dua bakal calon gubernur di Sulsel.

BACA : Resmi Gerindra Usung NA-ASS di Pilgub Sulsel

Meskipun partai pengusungnya dibegal mantan Bupati Gowa dua periode, Ichsan Yasin Limpo (IYL) merasa tak lengkap rasanya jika studi komparasi tentang pendidikan dasar tidak menyertakan Finlandia. Pasalnya di salah satu negara yang terletak di Eropa ini, sejak dulu sistem pendidikannya dikenal terbaik di dunia.

BACA: 

Itu sebabnya, Ichsan Yasin Limpo (IYL) yang melakukan penelitian di tujuh negara untuk penyusunan disertasi gelar doktornya, memasukkan Finlandia sebagai salah satu negara yang patut dibandingkan sistem penerapan pendidikannya, demi bahan masukan kualitas pendidikan di Indonesia yang lebih baik kedepannya.

Ichsan yang selama beberapa hari melakukan penelitian di Belanda, menjadwalkan akan bertolak ke Helsinki, Finlandia untuk merampungkan penelitiannya sebelum menyusun disertasi tentang pendidikan dasar dari perspektif hukum di Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

BACA JUGA: 

Resmi, PAN Terbitkan Rekomendasi Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman

DPW PAN Lawan Putusan Pusat, DPP Dijadwaalkan Kampanyekan IYL

Sesuai informasi, IYL yang sengaja mengikutkan beberapa guru besar di bidang pendidikan di Indonesia untuk bersama membandingkan penerapan pendidikan di luar negeri, akan berangkat ke Finlandia, Senin (09/10) waktu setempat, melalui Bandara Praha Republik Ceko ke Bandara Helsinki.

“Insya Allah, besok (hari ini), saya melanjutkan penelitian ke Finlandia. Jadwal berkunjung ke sekolah maupun instansi terkait di bidang pendidikan, itu sudah dijadwalkan selama dua hari kedepan,” terang IYL saat dikonfirmasi, Ketua Tim Media IYL-Cakka, Senin (09/10) dinihari waktu Indonesia, kemudian diteruskan melalui rilisnya kepada sulselekspres.com.

Selama berada di Finlandia, IYL akan mendalami beberapa inovasi pendidikan di negara tersebut. Mulai dari batas umur untuk masuk ke SD, tidak menjadikan ujian dan PR sebagai evaluasi guru, hanya satu tes standar yang diterapkan saat berusia 16 tahun, beasiswa selama 9 tahun, maupun sekira 66 persen anak di Finlandia yang mengeyam pendidikan sampai perguruan tinggi.

Di samping itu, IYL yang memang sangat peduli terhadap pendidikan juga akan membandingkan mengenai tak ada jurang pemisah antar siswa yang pandai dengan siswa yang paling tertinggal di kelas, kelas sains yang hanya diisi maksimal 16 siswa, jumlah mata pelajaran yang diterapkan di SD, SMP-SMA, maupun waktu yang digunakan untuk belajar serta praktek bagi siswa.

Sepertoi diberitakan sebelumnya, ujian proposal penelitian yang diajukan Ichsan Yasin Limpo di dilewati dengan sempurna. Bahkan, tujuh guru besar yang menjadi tim penguji dan promotor kandidat doktor ini tak ragu memberi nilai A. Nilai sempurna yang jarang didapatkan calon peneliti saat melakukan ujian proposal, berhasil dicatatkan Ichsan yang secara meyakinkan mampu memukau para guru besar di bidang hukum, tata negara, maupun di bidang pendidikan.

BACA JUGA:

Ingin Kembangkan Pendidikan Sulsel, IYL Meneliti di Amsterdam

Patabai: IYL Inovatif di Bidang Pendidikan

 

Di proposal penelitian ini, Ketua PMI Sulsel ini, mengambil latar belakang dari Pembukaan UUD 45 aline 4 yang garis besarnya tengang negara harus bisa mencerdaskan kehidupan bangsa.Dalam kajiannya, Ichsan melihat sistem pengelolaan pendidikan Indonesia masih ‘tertinggal dan terbelakang’ jika dibanding dengan sistem pendidikan yang ada di negara negara Asia lainnya

Menurutnya, kreativitas sangat dibutuhkan untuk berinovasi dan berkompetisi di masa mendatang. Sebab, dampak dari penerapan sistem pendidikan itu berdasarkan hasil PISA (programer for internasional student assesment), kemampuan anak Indonesia usia 15 tahun di bidang Matematika, sains dan membaca masih rendah diibanding dengan peserta didik di dunia.

loading...