Puluhan Jukir Unjuk Rasa di DPRD Makassaar

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Puluhan Juru Parkir se-Kota Makassar menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kota Makassar, Jln AP Pettarani, Makassar, pada Kamis (12/10/2017).

Mereka menolak sistem parkir berbasis online yang diterapkan oleh Perusahaan Daerah Parkir Makassar Raya. Selain itu, puluhan massa aksi ini juga tidak ingin disalahkan perihal adanya kebocoran anggaran oleh PD Parkir Makassar Raya.

Salah satu juru parkir, Adi dalam orasinya mengatakan, penghasilan juru parkir bahkan tidak mencukupi biaya hidup keluarga, hal ini lantaran adanya setoran yang dimasukan ke PD Parkir. Meksi begitu, pihaknya tidak mempersoalkan setoran tersebut.

Yang pihaknya tidak terima, lantaran juru parkir di Makassar tidak pernah dilibatkan oleh PD Parkir dalam pembahasan modernisasi sistem parkir atai smart parking.

“Kami sebenarnya dijebak ini. Hari Sabtu sore sekitar jam 4 sore, kami dipanggil ke Polsek Ujung Pandang untuk menandatangani persetujuan ini. Waktu di Polsek kita tidak dijelaskan pembagiannya. Nanti dilapangan baru kita dikasi tahu kalau pembagiannya 50:50. Apa tidak dijebak namanya ini?,” tegas Adi.

Bahkan setelah Smart Parking diberlakukan, pihaknya menagkui ada pengurangan pernghasilnya setiap harinya. penghasilan sebelumnya bisa mencapai Rp 50.000,- sekarang sudah menurun hanya dikisaran Rp 30.000,-.

“Penghasilan kita juga menurun, dulu kita dapat Rp50 ribu per hari, setelah dua hari pakai ini (smart parking) kami hanya dapat Rp30 ribu per hari,” tegasnya.

Olehnya, dia meminta kepada anggota DPRD Kota Makassar untuk menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pemkot Makassar, PD Parkir dan melibatkan juru parkir.

“Sistem Smart Parking harus dibahas ulang, ini telah menjebak kami para juru parkir,” pungkasnya

loading...