NH : Tidak Mungkin Gubernur Sulsel Berhasil Tanpa Sekretaris Tangguh

BERBAGI

PINRANG, SULSELEKSPRES.COM – Bakal calon gubernur Sulsel, Nurdin Halid (NH) mengakui keberhasilan kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Agus Arifin Nu’mang.

Meskipun begitu, keberhasilan SYL-Agus dinilainya tidak berdiri sendiri. Melainkan adanya nama Abdul Latif sebagai Sekretaris Provinsi (Sekprov) yang menopang kinerja SYL sebagai gubernur selama ini.

“Tidak mungkin seorang Gubernur bisa berhasil, tanpa ada sekretaris yang tangguh. Keberhasilan pak Syahrul tidak lepas dari upaya dan keberhasilan pak Latief,” ujar NH dalam rilis yang diterima Sulselekspres.com, Selasa (17/10/2017).

BACA: NH Lantik Pengurus DPD Golkar Pinrang

“Buktinya, kinerja pemerintah Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur Syahrul Yasin Limpo dengan wakil Agus Arifin Nu’mang dengan Sekdanya bernama Abdul Latif memperlihatkan kepuasan masyarakat yang sangat tinggi,” katanya.

Partai Golkar diketahui secara resmi mengusung pasangan Abdul Latief-Usman Marham sebagai bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Pinrang di Pilkada Serentak 2018 mendatang. Penilaian objektif dan subjektif menjadi alasan mengapa partai beringin mengusung pasangan itu.

BACA: Pilkada Pinrang, Golkar Resmi Serahkan Rekomendasi Abdul Latif-Usman Marham

Ketua Harian DPP Golkar tersebut mengungkapkan keputusan tersebut sudah final dengan mempertimbangkan dua alasan. “Pak Latief sahabatnya Pak Nurdin Halid. Kenapa Golkar mencalonkan pak Latif dan Pak Usman. Ada dua pertimbangan, ada pertimbangan objektif dan subjektif,” kata Nurdin Halid.

Secara objektif, Nurdin Halid menjelaskan, Abdul Latief merupakan sosok yang dianggap masyarakat Pinrang layak untuk memimpin. Hal itu, kata NH, terbukti dengan kinerjanya selama menjabat sebagai Sekretaris Daerah Pemprov Sulsel.

Merujuk pada hasil survei, NH menilai Latief memiliki peringkat sangat bagus dan menjadi yang tertinggi dari semua bakal calon.

BACA JUGA: 

TBL Berfoto Dengan NH, Ini Tanggapan Nurdin Abdullah

Ini Penjelasan TBL Soal Pertemuan dengan Nurdin Halid

Cerita NH Soal TBL : “Beliau Dibuang Begitu Saja”

Subjektifnya, lanjut Nurdin Halid menjelaskan alasan keduanya, Latief merupakan birokrat tulen, yang dapat memelihara dan menjaga serta menekuni karirnya dari bawah.

“Seorang Pegawai negeri yang dari bawah kemudian bisa menapaki puncak keberhasilan sebagai pegawai negeri. Beliau adalah birokrat tulen yang sangat paham tentang dinamika pemerintahan,” jelas Nurdin Halid.

“Dipasangkan dengan seorang anak muda, pengusaha. Banyak pengusaha, banyak uangnya, tapi kurang kepemimpinannya. Usman, pengusaha, banyak duitnya, peduli terhadap rakyat. Buktinya, belum jadi bupati, lorong-lorong telah dibenahi, jalan-jalan telah diaspal,” pungkas Nurdin Halid.

loading...