IYL Beberkan Strategi Khusus Untuk Pilgub Sulsel

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Calon Gubernur Sulsel Ichsan Yasin Limpo (IYL), mengaku masih punya strategi khusus untuk menghadapi kontestasi pada Pilgub Sulsel mendatang ini.

Mantan Bupati Gowa dua periode ini, tidak tanggung tanggung membeberkan strategi khusus setelah pulang dari Eropa, bahkan sudah “blak-blakan” tentang dinamika politik yang berkembang saat ini.

Isu tentang ia masih diragukan maju lewat koalisi parpol, termasuk soal kemungkinan Andi Mudzakkar (Cakka) akan ditinggalkan untuk memuluskan pencalonannya, dijawab secara terang benderang. IYL mengakui jika skenario untuk menggagalkannya memang semakin keras.

BACA: Hadiri HUT Sulsel, Bupati dan Wali Kota Sambut Hangat IYL

“Saya yakinkan ki semua, IYL-Cakka masuk ke arena Pilgub. Kami punya strategi menghadapi ini. Strategi apa, mohon maaf kami tidak akan sampaikan. Sekali lagi, mungkin mereka lupa kami adalah petarung sejati. Petarung sejati tak pernah takut menghadapi manajemen manusia,” tegas adik kandung gubernur Sulsel dua ini, sembari meyakinkan masyarakat Sulsel, melalui rilis tim media IYL-Cakka, kepada Sulselekspres.com, Kamis (19/10/2017).

IYL yang sejak dulu memang dikenal “ahli strategi” politik, menyakini jika dirinya bisa maju lewat koalisi parpol. Meskipun kalkulasi yang berkembang, sisa dua parpol belum menentukan sikap.

“Ada strategi khusus untuk itu. Saya masih yakin lewat parpol. Di politik, kita punya plan A dan B. Semua kemungkinan bisa terjadi. Tetapi itu urusan kami. Tim dan grassroot silakan jalan saja, dan tak perlu risau,” tambah Punggawa, sapaan yang dilekatkan ke IYL.

BACA: Poros Demokrat-Hanura Ancaman IYL-Cakka dan Agus-Aliyah

Ditanya tentang kemungkinan mengganti Cakka, IYL menegaskan tidak akan mungkin dilakukan. Meski ia membocorkan jika ada partai yang mencoba menawarkan figur lain untuk dijadikan pasangan.

“Say selalu memegang prinsip, 3 K. Kemampuan, komitmen dan konsisten. Saya memutuskan Pak Cakka, itu sudah melalui proses. Terutama dalam mengukur kemampuan dan kelemahannya,” papar IYL.

Menurut dia, di kamusnya tak ada istilah mengkhianati komitmen, apalagi sampai menarik keputusan yang sudah ditetapkannya.

“Sekali saya putus, maka tidak mungkin saya tarik. Dan prinsip ini saya harus pelihara dan pertahankan. Karena ciri seorang pemimpin, bukan dibutuhkan tandatangannya semata. Tetapi pernyataannya harus sesuai dengan perbuatan. Itulah pemimpin,” pungkasnya.

loading...