Saudara Ahok Bertekad Maju di Pilgub Sulsel

BERBAGI
Dari kiri bakal calon Gubernur Sulsel, Andi Analta Baso Amier (Pua) yang didampingi langsung oleh tokoh-tokoh Sulsel, di salah satu warkop, Jalan Boulevard Makassar, Kamis (19/10/2017)/ SULSELEKSPRESS.COM/ A. LATIF

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Saudara angkat mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Andi Analta Baso Amier (Pua) bertekad untuk maju sebagai calon gubernur Sulsel, pada perhelatan pesta demokrasi satu kali lima tahunan 27Juni 2018 nanti.

Tekadnya ini semata karna demi perubahan Sulsel menjadi lebih baik lagi ke depan. Pua menyatakan tekadnya untuk ikut bertarung memperebutkan kursi nomor satu di provinsi ujung selatan Pulau Sulawesi itu.

“Jangan tanyakan dari partai mana. Jangan tanyakan visi dan misinya. Ini salah kaprah. Gubernur itu pembantu atau wakil Presiden untuk sebuah daerah. Visi dan misi itu milik presiden. Gubernur itu pelayan. Rakyatlah yang akan memilih saya,” papar pria bersuku Bugis dan masih keturunan raja Bone ini di hadapan wartawan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (18/10/2017).

Andi Analta yang akrab disapa Pua ini mengaku terdorong untuk ikut bertarung memperebutkan kursi gubernur di Sulsel karena dorongan hati nurani.

“Demi Pancasila, demi perubahan Sulsel menjadi lebih baik. Demi penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi dan peredaran narkoba yang makin kritis di provinsi ini, saya terpanggil untuk berusaha memimpin Sulsel,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Analta menegaskan tidak akan merengek-rengek meminta dukungan kepada partai politik sebagai syarat sah untuk ikut meramaikan pesta demokrasi itu.

“Kalau Allah berkehendak, tidak ada yang bisa menghalangi saya menjadi gubernur. Insya Allah dukungan independen dari masyarakat Sulsel akan sendirinya datang. Insya Allah persyaratan dalam pengumpulan KTP sebagai syarat dukungan calon independen sudah siap,” urainya.

Andi Analta menepis dugaan banyak pihak bahwa rencananya itu sekadar mencari sensasi. Dia juga menegaskan bahwa tidak ada pihak di belakangnya yang mendukung untuk melakukan manuver memecah suara atau mencari kepentingan politik sesaat.

“Saya tegaskan sekali lagi, ini murni panggilan jiwa demi Sulsel. Persoalan nanti jadi atau tidak saya pasrahkan kepada Allah. Ini bukan manuver atau mencari keuntungan dalam kesempatan. Puisi ini jadi bukti tekad saya maju di Pilgub Sulsel. Sekaligus sebagai ucapan Milad Provinsi Sulsel ke 348 ,” tutupnya seraya secara simbolis memberikan tanda mata puisi kepada seorang perwakilan wartawan.

loading...