Seorang Santri Di Sinjai Tewas Tenggelam Di Sungai

BERBAGI
Ilustrasi Tenggelam/ INT

SINJAI, SULSELEKSPRES.COM – Nining (16) santri Pondok Pesantren Al UMM Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai meregang nyawa setelah tenggelam di sungai Laure Dusun Laiya, Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo, Kabupaten Sinjai, Kamis (19/10/2017) sekira pukul 16.00 wita.

Kapolres SinjaI, AKBP Ardiansyah menjelaskan sekira pukul 15.30 wita, korban bersama delapan orang teman santri dan pembina santri brmaksud utk berenang ke sungai Laure dan pada saat itu korban berlari duluan dan langsung berenang sendiri.

“Kemudian korban menepi dan memanggil Saksi Ustazah Ekha Fitri (17) Pembina santri, Pondok pesantren AL. UMM Laiya, untuk turun dan berenang bersama,” ungkapnya.

Pada saat itu korban bersama saksi turun ke sungai sambil berpegangan tangan, namun korban dan saksi langsung tenggelam, tetapi saksi berhasil di tarik ketepi sungai oleh Ustazah Dwi Husnul Hatima (18) salah satu pembina santri.

Setelah saksi naik, lanjut Ardiansyah, teman korban heran, karena korban tidak kelihatan lalu di lakukan pencarian dan melihat korban dalam keadaan berbaring di dasar sungai kemudian teman korban mencari pertolongan kepada warga sekitar.

“Pukul 16.05 Wita, korban berhasil dievakuasi oleh warga dan selanjutnya di semayamkan di rumah neneknya di Dusun Bululohe, Desa Tompobulu, Kecamatan Bulupoddo,” ujar Ardiansyah.

Pihak keluarga korban menolak untuk di lakukan otopsi dan mnerima kejadian tersebut sebagai musibah.

loading...