Pengrusakan Fakultas Sastra UMI Makassar Ditemukan Bercak Darah

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Terkait pengrusakan yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK) yang terjadi di di ruang Lab. Bahasa dan ruang Lembaga Fakultas Sastra, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, yang terjadi pada Senin (23/10/2017) kemarin.

Hal ini kemudian di tanggapi Staf Tata Usaha Fakultas Sastra UMI Makassar, Daus mengatakan bahwa kejadian tersebut ada yang mengatakan kejadiannya terjadi pada Pukul 03.00, namun ada juga yang mengatakan terjadi pada Pukul 05.00 wita.

“Akan tetapi ketika saya menanyakan kepada para pekerja bangunan Fakultas Agama, beliau mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi sekira Pukul 05.00 Wita. Namun kejadian tersebut tak dilihat secara langsung, melainkan hanya didengar saja,” ungkap Daus.

BACA: Tolak Dipalak, Mahasiswa Hukum UMI Ini Dihantam Seniornya

Lanjut Daus, dirinya juga tak tahu menahu terkait penyerangan yang dilakukan oleh OTK tersebut.

“Saya pernah tanya kepada Mahasiswa-mahasiswa disini, namun semua Mahasiswa yang saya tanyai itu menjawab tidak pernah mempunyai masalah dengan Fakultas lain,” bebernya.

Namun, pada saat menelusuri kasus tersebut, kata Daus, dirinya menambahkan pengrusakan tersebut dilakukan dengan menggunakan pukulan tangan ke kaca yang dirusak.

BACA: Tim Ultragama Perisai UMI Raih Juara di Gadjah Mada Competition 2017

“Pasalnya saya menemukan bercak darah di dinding tembok, saya mencurigai Setelah melakukan Pengrusakan di ruang Lab. Bahasa dengan menggunakan tangan dan setelah memukul tangannya luka dan sempat membersihkan di dinding tembok dan saya juga menemukan darah yang di bersihkan di batu,” ujarnya.

Setelah melakukan pengrusakan di Lab. Bahasa, kemudian OTK ini kembali merusak Ruangan Lembaga Fakultas Sastra.

“Setelah itu saya tidak menemukan bukti lain lagi. Pelaku hanya meninggalkan bercak darah pada dinding Fakultas dan pada batu. Semua bukti Sudah diserahkan ke Polsek Panakkukang,” tandasnya.

“Makanya sekarang kalau saya bersalam dengan Mahasiswa, saya peras tangannya dan memperhatikan apakah ada luka di tangannya,” pungkasnya.

loading...