Jembatan Layang TRS Dinilai Sia- sia

BERBAGI
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare, Parman Agus Mante/ SULSELEKSPRES.COM/ LUKI AMIMA

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Sejak diresmikan penggunaannya beberapa waktu lalu, Jembatan Layang Tonrangeng River Side (TRS), di Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat Kota Parepare, dinilai tidak memberikan manfaat kepada masyarakat.

Pasalnya, pembangunan yang menjadi ikon Kota Habibie BJ. Habibie tersebut, kini mulai tampak sepi dan diklaim tidak dapat dimanfaatkan kepada masyarakat khususnya yang bermukim di sekitar wilayah tersebut. Ditambah, terdapat palang yang menjadi penghalang bagi masyarakat untuk melewati TRS, namun dibuka jika ada kegiatan yang dilakukan pemerintah di lokasi itu.

Terkait hal tersebut, Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Parepare, Parman Agus Mante mengatakan, dana pembangunan TRS diperuntukkan infrastruktur jalan dan jembatan. Sehingga, kata dia, harus mempermudah akses untuk masyarakat, dan jangan justru ditutup. Kalaupun harus ditutup atau diberi palang, katanya, maka lampu-lampu yang terpasang juga harus dimatikan supaya tidak terjadi pemborosan.

“Untuk apa dinyalakan jika tidak memberi manfaat. Apalagi infrastruktur bukan persoalan keindahan tetapi manfaatnya, apalagi itu kan akses. Juga termasuk pemborosan listrik karena pencahayaan yang ada, tidak dimanfaatkan secara maksimal ,” katanya.

Sementara, salah seorang masyarakat, Sappe mengatakan, pada dasarnya TRS merupakan jalan dan jembatan yang merupakan akses menuju rumah sakit Tipe B Plus Pendidikan Hasri Ainun. Hanya saja, kata dia, rumah sakit tersebut belum jadi karena pembangunannya mangkrak, dan anggaran tambahannya tidak jelas.

“Jadi, TRS itu tidak memberikan manfaat bagi masyarakat. Tak lebih, hanya digunakan sebagai wadah berselfie, karena tidak ada yang bisa dinikmati di lokasi tersebut selain lampu,” ungkapnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Parepare, Kadarusman Mangurusi menuturkan, saya belum melihat dan belum mengetahui hal tersebut.

“Jadi, saya belum bisa berkomentar,” singkatnya via telepon.

loading...