Lawan Putusan NH, Sejumlah Kader Golkar Terancam Sanksi

BERBAGI
Nurdin Halid saat menggelar pertemuan dengan Munafri di kediaman pribadi Aksa Mahmud di Jl Chairil Anwar, Makassar, Jumat (27/10/2017)

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Perlawanan sejumlah kader Partai Golkar Makassar terhadap keputusan Ketua Harian Golkar, Nurdin Halid mengusung Munafri Arifuddin di Pilwali Makassar berbuntut panjang.

Kader yang secara terbuka menyatakan sikap penolakan terhadap Appi sapaan Munafri, terancam sanksi. Mereka dianggap tidak patuh terhadap apa yang telah menjadi keputusan partai.

“Sementara dibahas (Sanksi). Beberapa kader disinyalir melakukan perlawanan,”kata Ketua Bidang Hukum Golkar Makasar, Juniar Arge, Senin (30/10/2017).

Menurutnya, menolak keputusan organisasi sama saja merendahkan marwah partai.

“Ada POnya. Makanya akan dipertimbangkan untuk memberikan sanksi. Nantilah pada saat rapat pleno di putuskan,” katanya.

Meskipun begitu, Juniar belum ingin beberkan siapa saja kader yang dianggap melawan.

BACA JUGA: 

Komitmen Koalisi Golkar-Nasdem di Pilwali Makassar Mulai Redup

NH Jagokan Appi di Pilwali Makassar

Rekomendasi Appi, Rahman Pina: Tak Ada Kader Bisa Menolak Keputusan DPP

Golkar Siap Terima Appi Jadi Pengurus

Terpisah, Ketua Golkar Makassar Farouk M. Betta mengingatkan kader untuk patuh terhadap partai. Sebagai kader disebut harus taat asas sebab putusan itu final dan mengikat.

“Saya ini kader partai. Bila sudah ada keputusan resmi dari DPP, berarti itu final dan mengikat. Semua harus patuh, tidak boleh tidak,” kata Aru sapaan Farouk.

Sejumlah kader ditenggarai melakukan perlawanan seperti, Abdul Wahab Tahir, Iswan S Utomo, dan Syahruddin Said.

loading...