Fenomena Pernikahan Dini Di Makassar Masih Tinggi

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Perkawinan usia dini di Kota Makassar masih terbilang tinggi, terutama di daerah Kecamatan Panakukang, seperti diwilayah Karuwisi dan Tamamaunh, serta di Pulau Kodingareng.

Direktur LBH Apik Makassar, Rosmiati Sain menjelaskan bahwa masih tingginya pernikahan dini tersebut dikarenakan beberapa faktor, termasuk pola pengasuhan orang tua dan pergaulan yang kurang terkontrol.

Dari banyak kasus yang ditangani, sebagian besar mereka menjadi korban pernikahan dini karena faktor pergaulan dan lingkungan tempat tinggal.

“Sebagian besar karena pola asuh yang salah karena tidak ada kontrol dari orang tua,”ujarnya, Senin (13/11/2017).

Sedang untuk daerah Kodingareng sendiri, masih banyaknya pernikahan dini karena tradisi yang turun temurun di masyarakat setempat. Dimana anak-anak akan dinikahkan pada usia 13 tahun.

Menurutnya, situasi ini semestinya menjadi perhatian pemerintah dan stakeholder terkait. Pihak LBH APIK sendiri sudah melakukan sosialisasi dan kampanye akan pernikahan dini tersebut. Termasuk akan dampak dari pernikahan dini terhadap reproduksi.

Ketua LPA Sulsel Fadiah Machmud menjelaskan bahwa pihak mendorong klasual masalah pernikahan usia dini masuk di peraturan daerah (perda) makassar yang saat ini sedang di godok.

“Pentingnya mencegah pernikahan dini juga menjadi perhatian dari LPA Sulsel,”terangnya.

Fadiah berharap dengan adanya perda ini, maka anak-anak semakin terlindungi

loading...