‘Sampai Hati’ Demokrat Tinggalkan Kader di Pilwali Makassar

BERBAGI
Deks Pilkada Demokrat Sulsel.(Ist)

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Partai Demokrat resmi mengusung pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Makassar Mohammad Ramdhan ‘Danny’ Pomanto-Indira Mulyasari Paramastuti (DIAmi) pada Pilwali Makassar.

Dikontestasi demokrasi 5 tahunan itu, Demokrat “sampai hati” meninggalkan kadernya yang juga maju di Pilwali Makassar.

Ada dua kader yang maju di hajatan pesta demokrasi itu, yakni Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulsel, Syamsu Rizal Marzuki Ibrahim, yang dari dulu juga mencalonkan diri maju melawan petahana Danny Pomanto. Termasuk juga Ketua DPC Demokrat Kota Makassar Adi Rasyid Ali.

Wawali Makassar Syamsu Rizal dan Legislator Iqbal Djalil usai Rapat Paripurna DPRD Makassar, Senin (13/11/2017). Foto (Muh. Adlan/Sulselekspres.com)

Meninggalkan kader bukan hal baru bagi partai besutan Susilo Bambang Yudhiono. Sebelumnya, Demokrat lebih awal meninggalkan tiga kadernya pada Pilgub Sulsel. Mereka Ni’matullah Erbe, Aliyah Mustika Ilham dan Andi Nurpati.

Demokrat memilih mengusung pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) meski tidak mengikuti seluruh proses tahapan penjaringan oleh Demokrat Sulsel.

Selain pasangan DIAmi, partai berlambang mercy ini juga mengeluarkan surat rekomendasi usungannya kepada sembilan pasangan bakal calon kepala daerah di Sulsel.

“Hasil rapat tadi di Cikeas yang dipimpin langsung oleh Pak SBY,” kata Ketua DPD Demokrat Sulsel, Ni’matullah Erbe, Kamis (23/11/2017).

Wakil Ketua DPRD Sulsel tersebut menambahkan, rapat berlangsung singkat, yakni antara pukul 14.00-15.15 wita atau sekitar 1 jam 15 menit.

Terkait Pilkada Luwu dan Pilwali Parepare, Demokrat belum menentukan pasangan bakal calon, Ulla sapaannya mengaku bahwa dua daerah itu menunggu pasangan calon. “Luwu dan Parepare ditunda. Ada hal-hal yang belum selesai secara teknis. Misalnya kesiapan paket 01-02nya,” jelas Ulla.

BACA: Demokrat Usung DIAmi, DPD Sulsel Minta Kader Hormati Keputusan SBY

Demokrat mengontrol tujuh kursi di DPRD Makassar. Dibutuhkan minimal 10 kursi (20%) dari total 50 kursi di parlemen.

Adpun komposisi kursi di DPRD Makassar; Golkar (8 kursi), Demokrat (7), Nasdem, Gerindra, PPP, Hanura dan PKS masing-masing (5), PDIP dan PAN (4), sementara PBB dan PKPI masing-masing 1 kursi.

DPD Sulsel Minta Kader Hormati Keputusan SBY

loading...