Warga desa Balusu Antusias Belajar Kelola Keuangan Melalui Cashflow Game

BERBAGI

BARRU, SULSELEKSPRES.COM – Sebagai rangkaian Diklat wirausaha desa, puluhan warga desa Balusu Kab. Barru belajar mengelola keuangan melalui aplikasi Game Bisnis di aula kantor desa Balusu, Jumat (24/11/2017).

Game bisnis ini difasilitasi Bahrul ulum,Konsultan PLUT KUMKM Sulsel yang juga Trainer Kewirausahaan modul “Start and Improve Your Business” yang dikembangkan oleh lembaga buruh internasional (ILO).

Dalam pelatihan ini peserta dikenalkan”cash flow game” yaitu Game Bisnis dengan tema Siklus Usaha Dasar.

Game modul I ini menekankan pengetahuan mengenai siklus dasar sebuah usaha, bagaimana pemanfaatan modal yang terbaik, cara menjaga arus kas positif, pentingnya pencatatan, kerjasama dalam tim bisnis serta pentingnya perencanaan keuangan untuk bisnis, kebutuhan sehari-hari dan tabungan.

Game atau permainan ini adalah salah satu permainan bisnis dimana dalam pelatihan kami sering menyebutnya sebagai Game Bisnis, terdiri dari empat modul atau jenis permainan yang berbeda, yang bisa dimainkan secara terpisah namun memiliki hubungan yang saling membangun dalam poin pembelajarannya.

Sebagai alat pelatihan, permainan ini memberikan pengalaman `praktis’ dalam menjalankan usaha dalam suatu ruang pelatihan, dan dirancang untuk memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengambil keputusan-keputusan -dan menghadapi konsekuensi-konsekuensi dari keputusan tersebut- yang harus mereka lakukan dalam dunia usaha yang sesungguhnya. Oleh karenanya, permainan ini mensimulasikan lingkungan usaha yang nyata.

Meskipun berlangsung singkat, peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan dan menikmati serunya bermain game bisnis sehingga mereka merasa seolah-olah sedang menjalankan sebuah usaha. Ini terbukti dari kesaksian mereka di akhir permainan saat mengkaji poin pembelajaran yang mereka dapatkan melalui game.

Hal yang menarik dalam permainan kali ini adalah menggunakan sistem syari’ah dalam proses pemberian pinjaman modal kepada pengusaha. Seluruh peserta mengakui bahwa akhirnya mereka mendapatkan pengetahuan tentang kerjasama (syarikah) dengan system bagi hasil sesuai dengan kemampuan pengusaha yang disepakati bersama di awal dalam akad (perjanjian) kerjasama, yang dalam hal ini yang diterapkan adalah Syirkatul Mudharabah. Dengan sistem ini, semua kelompok usaha mendapatkan keuntungan hampir seratus persen dari modal awal yang dikelolanya

loading...