Jalan Trans Penguhubung Tator-Mamasa Sudah Terbuka

BERBAGI
Proses evakuasi mobil inova yang terseret kedasar jurang sedalam kurang lebih 20 meter.

TANA TORAJA, SULSELSEKPRES.COM – Material longsor yang menutupi badan jalan trans sulawesi, yang menghubungkan Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan dengan Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat akhirnya bisa terbuka dan bisa dilalui oleh kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat. Pasca bencana tana longsor, pada sabtu (25/11/2017) dini hari.

Selain akses jalan yang terbuka, satu unit mobil inova dengan nopol DD 932 AK milik salah satu pendeta yang terseret material longsor kedalam jurang dengan kedalaman
kurang lebih 20 meter, berhasil dievakuasi, dengan menggunakan alat berat milik Balai Jalan Nasional, pada senin siang (27/11/2017).

Tempat kejadian longsor ini tepatnya di Lembang Paku Kec. Masanda, Kabupaten Tana Toraja yang sudah dua hari putus total akibat longsor akhirnya terhubung dan bisa untuk dilalui.

Dua Unit Alat Berat dari Balai Jalan Nasional yang didatangkan oleh BPBD Tana Toraja, yang bekerja sejak pukul 10.00 Wita pagi hingga pukul 18.00 wita sore tadi berhasil menghubungkan kedua wilayah tersebut.

Welem Sambolangi,  Ketua DPRD Tana Toraja yang juga merupakan warga Masanda berada dilokasi longsor sejak pagi tadi hingga sore hari untuk memantau langsung proses pembukaan akses, mengatakan sejak pukul 18.00 WITA jalan Trans Sulawesi sudah dapat dilalui, namun masih perluh dibenahi secara menyeluruh mengingat material longsor yang bercampur lumpur masih memadati badan jalan.

“Sejak sore tadi jalan Trans Sulawesi sudah dapat dilalui berkat kerja keras BPBD Tana Toraja dengan Balai Jalan Nasional dengan menggunakan dua unit alat berat bekerja dari pagi hingga soreh hari. Namun warga yang melintas harus berhati-hati dikarenakan sisa material longsor yang bercampur lumpur masih memadati badan jalan,”terang Welem Sambolangi melalui pesan singkat via whatsapp.

Meski akses sudah terbuka Welem tetap meminta dua alat berat dari Balai tetap standby di lokasi sambil membersihkan sisa material yang masih menutup sebagian jalan.

Welem juga meminta masyarakat yang hendak melintas untuk tetap berhati-hati dan hindari jalan malam, bahkan warga yang bermukim didaerah lereng supaya berhati-hati atau kalau bisa mengungsi karena curah hujan masih tinggi dan potensi longsor masih besar bisa terjadi.

Sementara itu, Kepala BPBD Tana Toraja Alfian Andilolo, menghimbau masyarakat masanda untuk tetap waspada meskipun akses jalan sudah terbuka. mengingat
ini baru permulaan musim hujan, selain itu Tana Toraja Saat ini masuk zonah merah bencana tana longsor.

“Memang akses sudah terbuka namun saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Tana Toraja, terkhusus yang berdomisili dimasanda untuk tetap waspada terhadap bencana tana longsor, mengingat ini baru awal musim hujan, namun Tana Toraja sudah dikategorikan daerah zona merah rawan bencana tana longsor” ujar Alfian Andilolo.

loading...