Nahdlatul Ulama Nilai Trump Bisa Picu Konflik Panjang di Palestina

BERBAGI
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Makassar membahas soal Palestina/ IST

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Nahdlatul Ulama Kota Makassar sangat mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel. Apa yang dilakukan Trump tersebut bisa merusak perdamaian dunia dan memancing kegaduhan umat Islam dunia.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Makassar Dr. H. Abd. Wahid Thahir, M.Ag saat berkumpul dengan Pengurus MWC dan Badan Otonom NU Kota Makassar seperti IPNU dan Ansor menyikapi situasi terkini terkait dengan pernyataan Donald Trump yang mengakui Yerussalem sebagai ibukota Israel.

Didampingi Sekertaris Tanfidz Drs. KH. Masykur Yusuf, M.Ag, H. Abd. Wahid Thahir ini berujar apa yang dilakukan oleh Trump bisa membawa situasi dunia menjadi semakin panas dan mengarah pada konflik yang tak berkesudahan.

“Yerusalem bukanlah ibu kota Israel melainkan ibu kota Palestina yang telah kita akui kedaulatannya,” kata Ka.Kanwil Kemenag Prov. Sulsel ini saat konferensi pers di Ruang Kerjanya, Jalan Nuri Makassar. Selasa (13/12/2017)

Didalam Pernyataan Sikap yang ditandatangani langsung oleh Ketua dan Sekretaris PCNU Kota Makassar, dinyatakan sangat mendukung Pernyataan dan sikap Presiden RI Joko Widodo yang meminta agar Presiden Amerika mempertimbangkan kembali pernyataannya tersebut.

Selain itu, PCNU Kota Makassar juga mendukung sikap Menteri Agama RI yang menolak secara tegas setiap upaya pengingkaran atas kesepakatan Perdamaian di Tanah Haram Yerussalem, Palestina.

Senada dengan PBNU, PCNU kota Makassar mendukung Kemerdekaan atas Negara Palestina, dan mendesak kepada PBB untuk mengesahkan Keanggotaan Negara Palestina sebagai anggota Resmi di PBB dan memberukan hak yang setara sebagai Rakyat dan Negara yang merdeka.

Beliau juga meminta PBNU agar mendesak PBB memberikan sanksi baik politik maupun ekonomi kepada Israel dan negara manapun jika tidak bersedia mengakhiri pendudukan terhadap Tanah Palestina.

Menyerukan kepada Negara negara di Timur Tengah untuk bersatu mendukung Kemerdekaan Palestina serta mendesak Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk intensif mengorganisir anggotanya dalam.mendukung kemerdekaan Palestina.

Ketua PCNU Makassar yang menggunakan Syal bermotif bendera Indonesia dan Palestina ini juga mendorong dan mendukung Pemerintah Indonesia agar ikut serta dan proaktif dalam membantu problem yang terjadi di Palestina.

“Pemerintah Indonesia dinilai memiliki peran strategis untuk menjadi penengah dan memediasi dinamika politik yang sedang terjadi,”papar Wahid Thahir.

Diakhir pernyataannya, Ketua PCNU kota Makassar ini menghimbau dan meminta kepada seluruh Warga NU dan Umat Muslim seluruh Indonesia untuk melaksanakan Istighosah dan membaca Qunut Nazilah.

“Memohon pertolongan Allah SWT baik itu di masjid masjid, Majelis Taklim, Madrasah ataupun Pesantren dan tempat lainnya agae Rakyat pamestina diberikan kekuatan dan ketabahan serta mendoakan agar perdamaian segera tercipta di Palestina,”pintanya.

Beliau juga menghimbau kepada seluruh masyarakat dan Umat Islam agar senantiasa menjaga stabilitas, kedamaian dan ketentraman di Kota Makassar dan Sulsel demi keutuhan NKRI.

loading...