Tiba Di Turki, Melly Goeslaw dan Opick Beri Bantuan Di Perbatasan Palestina

BERBAGI
Ketua Dewan Pembina Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, Sukro Muhab, bersama penyanyi sekaligus pencipta lagu Melly Goeslaw dan Opick/ IST

SULSELEKSPRES.COM – Ketua Dewan Pembina Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, Sukro Muhab, bersama penyanyi sekaligus pencipta lagu Melly Goeslaw dan Opick berangkat ke Palestina untuk misi kemanusiaan.

Mereka berangkat bersama dengan organisasi Sahabat Palestina Memanggil (SPM). Keberangkatan ini diorganisir oleh Qupro Indonesia. Agus dari Qupro menyampaikan rombongan baru tiba di Turki.

“Alhamdulillah Mas Opick dan Mbak Melly plus rombongan baru sampai di Turki,” kata Agus, Senin (18/12/2017).

Menurut Sukro Muhab, setelah saya dilepas oleh M.Zahri, ketum JSIT dan diamanahi sebagai duta JSIT untuk Palestina, saya bersama rombongan berangkat melalui Turki dan menemui saudara-saudara Palestina di perbatasan.

“Kami akan berangkat menuju Turki, dan kami akan datang kepada saudara-saudaraku di Palestina. Tunggu kami di perbatasan. Insya Allah, kami akan membantu Anda, dan Indonesia akan selalu peduli dengan Anda. Karena sahabat itu ‘amanah’ dan memberi lebih. Indonesia Save Palestina. Allahuakbar!..” Ungkap Ketua Dewan Pembina JSIT Indonesia ini.

Menurut Sukro, dana bantuan yang dibawa rombongan berjumlah 250.000 US $ sebagian diprioritaskan untuk pendidikan anak2 Palestina dan Syuriah di Pengungsian. Dana ini diperoleh dari kepedulian muslim Indonesia yang dihimpun dari murid, orangtua melalui JSIT Indonesia dan lembaga kemanusian lainnya, Tangan Di Atas (TDA), Zakat Sukses dan lain- lain.

Sukro menjelaskan, tadi malam rombongan sempat berkunjung ke penampungan pendidikan anak-anak yatim Palestina di Istambul. Di penampungan ini, anak-anak Palestina usia 5-8 tahun diajarkan tahsin dan tilawah (perbaikan dan membaca) AlQuran.

Sementara usia 8 tahun ke atas difokuskan tahfizh (menghafal) AlQuran. Media pembelajaran membaca telah menggunakan Elektrik dan pengetahuan lainnya termasuk bahasa Arab & Palestina yang disesuaikan menggunakan kurikulum Palestina.

“Sedangkan walimurid, para ibu yang ditinggal suami karena syahid, diajarkan Al Quran dan kajian dan para wali bapak/ibu angkat. Sekolah inipun mengajarkan bahasa Turki. Sementara khusus PAUD, diberikan pelajaran berbasis game & AlQuran.” Jelas Sukro menambahkan.

Rombongan Misi Kemanusiaan ini akan bertugas menyalurkan bantuan dan kordinasi penanganan pendidikan daerah-daerah konflik sejak 17 hingga 24 Desember 2017 nanti.

Hari ini akan melanjutkan perjalan di Gaziantep dan Kilis. Keesokan harinya ke Bairut Libanon. Do’akan kami lancar dan tepat sasaran.

loading...