Pengungsi Korban Banjir Di Makassar Kocar Kacir, Ini Penyebabnya

BERBAGI

MAKASSAR,SULSELEKSPRES.COM – Hujan tak berhenti  mengguyur Kota Makassar menyebabkan volume air semakin tinggi di wilayah Paccerakkang. Korban banjir di Wilayah Perumahan Buka Mata Indah Residence harus mencari lokasi baru untuk mengungsi.

Sekira pukul 15.00, Masjid Arramun, tempat Pengungsian sementara sekira 210 korban jiwa di Perumahan Buka Mata Indah Residence, mulai dimasuki air. Pengungsi terpaksa harus angkat kaki ke lokasi lain.

BACA: Makassar Diguyur Hujan, Komisi C Tinjau Langsung Sistem Drainase

“Di masjid juga sudah naik, disitu ada anak balita dan pengungsi semakin penuh dimasjid,” ungkap Ketua RT 05 RW04 Kelurahan Paccerakkang, Bachtiar, Kamis (21/12/2017).

Sejumlah warga mulai terlihat mengangkat barangnya menembus genangan air yang mulai meninggi sekitar 96 cm di tengah derasnya hujan. Sementara itu, belum ada tim evakuasi yang memasuki wilayah tersebut.

“Kalau air naik, tidak tahu mau dievakuasi pake apa, sementara air terus meninggi kisaran 1 meter di RT 05 RW 04. Ini gimana wilayah ta ini tidak diperhatikan oleh permerintah , ” urai Bachtiar.

BACA: 116 Rumah di Paccerakkang Terendam Banjir, Warga Diungsikan di Masjid

Perumahan yang dikelola oleh pengembang ini sudah mulai banjir sejak semalam. Setidaknya, ada 116 rumah yang terendam air setinggi 50 cm hingga satu meter. Ada 210 korban banjir di Perumahan ini, yang terdiri dari Lansia 42 orang, dewasa 121 orang, dan balita 47 orang. Sebagai langkah awal, warga membuat posko pengungsian sementara di Masjid Arramun.

Di posko itu, warga juga membuat Dapur Umum. Lurah Paccerakkang hingga berita ini diturunkan, belum ada tim evakuasi yang datang ke lokasi tersebut.

Pukul 16.46, Bachtiar terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat. “Iye info terakhir sudah direspon diteruskan oleh Lurah Dan Camat Pak, saya tetap koordinasi masalah ini, sampe titik penghabisan,” ungkapnya.

Sementara warga yang masih terjebak mulai kehabisan bahan makanan. Bachtiar pun meminta untuk menghemat bahan makanan yang ada agar cukup sampai malam tiba. “Komsumsi makanan yg mash Ada nanti diusahakan untuk makan Malam,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan Bachtiar masih mencoba meminta tim evakuasi segera memobilisasi tim bantuan ke tempat Pengungsian tersebut.

“Kondisi terakhir, sudah basah lantai masjid di penampungan Pengungsi, saya bingung Mau divekauasi pake apa sementara hujan deras, tolong Bantu solusi pihak terkait dengan Hal ini, kami Warga RT 05 RW 04 memohon bantuan mobilitas arus pengungsi,” pungkas Bachtiar.

loading...