Pengamat Ragukan Kader PKS Berani Lawan Partai

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel resmi menyerahkan surat tugas kepada pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali Kota Makassar, Syamsu Rizal-Iqbal Ali Djalil (DIAji) untuk maju bertarung dalam kontestasi Pilwalkot Makassar 2018 mendatang.

Sementara, hal itu bertolak belakang dengan adanya sikap 14 DPC Se Kota Makassar yang telah menyatakan untuk tetap mendukung Incambunt Moh Rhamdan ‘Danny’Pomanto. Bahkan memberi pernyataan bahwa siap menerima Sanksi pemecatan dari Partai.

Baca: Pilwali Makassar, Kesetiaan Kader PKS pada DIAmi Disanksi

Menurut Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Andi Luhur Prianto, Dinamika internal PKS sebenarnya relatif mudah terkendali.

“Budaya organisasi di PKS ini, saya kira berbasis prinsip “sami’na wa atho’na”. Meskipun ada resistensi kecil, tapi tingkat kepatuhan pada pimpinan begitu tinggi. Tidak ada kader PKS seberani macam Fahri Hamzah di level Sulsel atau Makassar. Mereka tidak akan kemana-mana,” Urai Luhur kepada SulselEkspres.com, saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon. Minggu (24/12/2017).

Baca: Siap Terima Konsekuensi, DPC PKS se Makassar Solid Dukung DIAmi

Dia menjelaskan jika masing-masing partai sebenarnya punya dinamika sendiri-sendiri. Ada yang langsung menerima keputusan DPP, dan ada pula yang memberikan resistensi pada keputusan DPP.

“Hampir tidak mungkin terjadi, kader-kader dan elit DPC PKS melawan keputusan DPP dengan beramai-ramai mundur, lalu berpindah partai. Sebagaimana yang lumrah terjadi di partai lain. Partai ini cukup ideologis, sekaligus pragmatis,” katanya.

“Kalaupun ada resistensi terhadap perbedaan aspirasi dukungan arus bawah dengan elit, Bisa jadi hanya sebagai cara membalas hubungan baik dengan incumbent DP, yang terjalin selama ini,”imbuhnya.

loading...