Cerita Mapala UMI: Evakuasi Ibu Hamil Hingga Orang Tua Saat Banjir

BERBAGI
Menggunakan perahu karet, anggota Mapala UMI Makassar turun ke lokasi banjir mengevakuasi sejumlah warga yang rumahnya tergenang air.

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Banjir Kota Makassar belum lama ini masih menyisahkan sejumlah cerita menarik. Salah satunya soal perjuangan para mahasiswa yang tergabung dalam Mapala UMI yang ikut terjun kelapangan membantu warga.

Menggunakan perahu karet, anggota Mapala UMI Makassar turun ke lokasi banjir mengevakuasi sejumlah warga yang rumahnya tergenang air. Dalam aksi kemanusiaan itu, anggota Mapala UMI menurunkan dua perahu karet.

Baca: Kritik Danny, Legislator Demokrat Sebut Makassar Salah Urus

Secara bergelirian anggota Mapala UMI menyusuri lokasi-lokasi yang tergenang air hujan. Lokasi banjir yang sisir Mapala UMI diantaranya di Perumnas Antang blok 8 dan blok 10, Pacerakanng, Kodam III, hingga Kampung Bira.

Koordinator Ahmad Djusli mengatakan, dalam evakuasi itu diutamankan menyelematkan orang tua, anak-anak kecil dan perempuan.

Baca: Pilu Hidup Wanita Pekerja Malam

“Ada juga ibu hamil saat itu. Ada juga orang tua yang terjebak di dalam rumah. Kita evakuasi ke tempat aman,” cerita Djusli, Senin 25 Desember 2017.

Sementara Tim 2 yang dikoordinatori Bahrun menyusuri pemukiman padat penduduk di yang berada di belakang Tempat Pembuangan Sampah (TPA) Antang.

Dikatakan Bahrun, hujan yang mengguyur Makassar higga malam hari, sedikitnya 100 warga yang di evakuasi ke lokasi yang aman.

“Ini kebetulan saja. Karena kita mendapat informasi bahwa di lokasi itu banyak warga terjebak bajir. Ini murni merupakan panggilan kemanuasiaan kita. Ada orang tua terpaksa kami gendong ke atas perahu saat itu,” tutur Bahrun

Bahrun mengatakan, saat dilakukan evakuasi ada kendala tersendiri bersama timnya. Pasalnya satu orang tua tidak ingin dievakuasi.

“Ada satu nenek kita bujuk naik ke perahu. Alasannya nenek itu tidak mau naik dikiranya dibayar. Tapi berkat usaha membujuk nenek akhirnya kita berhasil dievakuasi ke tempat aman,” ungkap Bahrun

loading...