Karena Cuitan Persekusi, Wartawan Ini Kehilangan Pekerjaan

BERBAGI
Illustrasi.(Int)

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Seorang wartawan tabloid olahraga dipecat akibat cuitannya tentang penceramah Abdul Somad.

Jaringan relawan kebebasan berekspresi Southeast Asia Freedom of Expression Network (SafeNet) menyebutkan, bahwa sekira 105 orang mengalami dugaan persekusi sepanjang 2017 ini, dan sebagian di antaranya kehilangan pekerjaan, seperti kasus terbaru yang dialami wartawan media olahraga Zulfikar Akbar.

Koordinator SafeNet, Damar Juniarto khawatir kasus ini dapat menjadi preseden buruk jika terus dibiarkan.

“Intimidasi yang dilanjutkan dengan pemecatan karena hanya diduga dia menista atau menghina ulama itu bukan praktik yang bagus, karena jika itu berhasil pada Zul, maka itu akan dilakukan pada yang lain. Akan memberikan penghakiman pada orang yang diduga menghina ulama,”jelas Damar seperti dilansir BBC Indonesia, Kamis (28/12/2017).

Cuitan Zulfikar di akun Twitter pribadinya tentang penolakan penceramah Abdul Somad dianggap menghina ulama dan berujung pada pemecatan, setelah media olahraga tempat dia bekerja mendapatkan intimidasi melalui telepon dan media sosial dengan tagar seruan untuk #BoikotTopskor.

TWITTER

Tagar yang salah satunya digunakan oleh Muslim Cyber Army itu sempat menjadi trending topic di Indonesia. Kemudian pada Selasa (26/12) harian Topskor dan pemimpin redaksinya, Yusuf Kurniawan, mengumumkan pemecatan Zulfikar sebagai karyawan dan menyebutkan media itu tidak terkait dengan cuitan mantan wartawannya.

Zulfikar mengaku tidak menduga komentarnya di media sosial membuatnya kehilangan pekerjaan.

“Sebenarnya kalau bicara tekanan memang sangat menekan stres banget, karena konsekuensinya terlalu jauh bahkan ada yang menarasikan saya menghina ulama. Awalnya saya berpikir hanya mengungkapkan kebebasan berekspresi dengan keras, namun tetap menggunakan bahasa yang pantaslah,” jelas dia.

Melalui akun Twitternya Harian Topskor menulis : Terhitung mulai hari ini, Selasa (26/12), manajemen TopSkor telah memutuskan hubungan kerja dengan Zulfikar Akbar @zoelfick. Maka sjk saat ini segala aktivitas yg dilakukan oleh sdr Zulfikar bukan lagi jadi tgg jwb institusi TopSkor. Wassalam.

Damar menilai cuitan Zul merupakan bentuk kebebasan berekspresi dan jika memang ada yang tersinggung tak perlu menggalang dukungan kemudian memberikan stigma menghina ulama serta melakukan intimidasi ke perusahaan tempatnya bekerja.

“Dia mengomentari situasi yang berkembang belakangan ini dan memberikan pendapatnya. Isinya yang menurut saya dari kebebasan berekspresi tidak melukai seseorang. Artinya, tak ada hak orang lain yang terampas, itu pandangan pribadi yang disampaikan secara lugas,” ujar Damar.

Damar mengatakan wajar jika komentar di media sosial menimbulkan ketersinggungan, namun dia menganggapnya sebagai bentuk kebebasan berekspresi dan jika memang ada pelanggaran hukum ditangani oleh pihak berwenang.

Menurut Damar, korban persekusi juga dapat melaporkan kepada kepolisian.

“Karena persekusi itu ada satu atau dua tindakan yang merampas satu atau lebih hak dasar seseorang. Ini yang terjadi pada Zul, dapat mengajukan proses hukum terhadap orang-orang yang melakukan ini pada dia,” kata Damar.

loading...