Terjadi Ketimpangan, Kopel Soroti Perekonomian Sulsel Antar Daerah

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulawesi Selatan menilai terjadi ketimpangan pemerataan ekonomi antar wilayah Kabupaten /Kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Akibatnya, tingkat kesenjangan cukup tajam terjadi.

Hal ini dijelaskan oleh Wakil Direktur Kopel Indonesia, Herman dalam Catatan Akhir Tahun Kopel dengan tema “Utang Politik yang tersisa Jelang Pilkada Provinsi Sulawesi Selatan 2018”, di Kantor Kopel, Jalan Batua Raya Lr 9, Kota Makassar.

Dalam penjelasannya, Herman membeberkan pada tingkat kabupaten kota Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) setiap kabupaten/kota yang ada di Sulsel masih cukup bervariasi.

“PDRB ini menjadi salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu daerah. Berdasarkan PDRB setiap kab/kota di Sulawesi Selatan, PDRB antara satu daerah dengan daerah lainnya terjadi tingkat kesenjangan yang cukup lebar,” jelasnya.

Berdasarkan harga konstan tahun 2012 sampai 2016, nampak bahwa PDRB kota Makassar jauh melampaui 23 daerah kabupaten atau kota di Sulawesi Selatan.

“Ini membuktikan terjadi ketimpangan pemerataan ekonomi antar wilayah kabupaten atau kota dengan tingkat kesenjangan yang cukup tajam,” katanya.

Menurut catatan Kopel, pada tahun 2016, PDRB kota Makassar sebagai PDRB tertinggi di Sulawesi Selatan sebesar Rp95.836,98 Miliar. Angka tersebut jauh diatas PDRB kota yang lainnya. Padahal, rata-rata PDRB kabupaten/kota hanya sebesar Rp11.275, 96 Miliar. Angka PDRB terendah di Kabupaten Selayar dengan hanya sebesar Rp 2.924, 26 miliar.

“Titik daerah lain tertinggi kedua setelah Makassar adalah Kabupaten Bone koma itupun hanya sebesar Rp 17.504,82 miliar masih sangat jauh di bawah kota Makassar Rp 95836,98 miliar,” tambahnya.

loading...