Wow! Perempuan Buta Ini Bisa Deteksi Kanker

BERBAGI
Foto La Croix

SULSELEKSPRES.COM – Buta merupakan salah satu keterbatasan manusia dalam melihat sesuatu hal didunia ini. Namun, hal itu ternyata bukanlah suatu penghalang melakukan aktivitas layaknya orang memiliki penglihatan normal.

Meskipun tidak lagi mampu melihat dengan mata, cukup banyak orang yang mengalami kebutaan justru meningkatkan kepekaan indera lainnya.

Sebagai contoh, wanita dari Negara Kolombia yang tidak lagi bisa melihat ini justru mampu mendeteksi kanker payudara lewat jari-jarinya. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Leidy Garcia dan Francia Papamija adalah dua dari 5 perempuan yang memiliki kemampuan khusus untuk mendeteksi kanker payudara dengan memakai ujung jarinya. Di Indonesia, kanker ini telah memakan banyak sekali korban di negara penghasil kopi ini.
Tak tanggung-tanggung, 2.500 orang setidaknya meninggal akibat dari penyakit ini dan bahkan 7 ribu kasus baru kanker payudara ditemukan setiap tahunnya. Yang menjadi masalah adalah, belum ada peralatan canggih yang benar-benar mampu mendeteksi kanker payudara sejak dini.

Pakar kesehatan dari Jerman, Frank Hoffman, seperti dilansir laman dokter sehat menyebutkan bahwa orang buta memiliki kemampuan khusus untuk mendeteksi nodul, semacam pengelompokan sel yang bisa jadi adalah tanda awal dari kanker payudara.

Hal ini disebabkan oleh tingkat sensitifitas sentuhan pada jari-jarinya yang memungkinkan mereka untuk mendeteksinya dengan lebih baik daripada orang dengan penglihatan yang masih normal.

Hoffman pun kemudian menciptakan metode sekitar 10 tahun lalu yang kini digunakan oleh Rumah Sakit Cali San Juan de Dios dengan program bernama Hands Save Lives. Dalam program ini, 5 wanita dengan usia 25 hingga 35 tahun yang buta namun tidak mengalami gangguan vascular atau neurologis apapun dijadikan asisten yang memeriksa kanker payudara setelah mendapatkan pelatihan khusus.

Garcia, Papamija, dan 3 wanita lainnya diketahui telah mendeteksi lebih dari 900 pasien untuk mengetahui apakah mereka memiliki tanda-tanda awal kanker payudara atau tidak.

Luis Alberto Olave yang mengkoordinir proyek ini pun menganggap para wanita buta ini melakukan hal yang luar biasa, yakni memberikan hasil deteksi yang jauh lebih akurat dari evaluasi reguler.

Tak hanya akurat, cara mendeteksi yang dilakukan para wanita ini membuat para pasien sangat nyaman. Cara mendeteksinya adalah dengan meraba payudara pasien untuk memastikan adanya kista atau benjolan. Para wanita ini kemudian meletakkan pita kuning dan merah sebagai tanda bahwa dokter perlu melakukan tes dengan lebih mendalam pada lokasi tertentu di payudara.

Olave menyebutkan bahwa para wanita ini mampu mendeteksi adanya kelainan dengan ukuran yang sangat kecil, yakni 8 milimeter.

Hal ini jauh lebih baik daripada wanita melakukan deteksi dini sendiri yang biasanya hanya mampu mendeteksi kelainan dengan ukuran 15 hingga 20 mililiter. Yang lebih luar biasa adalah, proses pemeriksaan ini juga hanya berlangsung sekitar 45 menit saja.

loading...