5 Saksi Diperiksa, Polisi Sudah Kantongi Identitas Pelaku

BERBAGI
Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani/ IST

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pelemparan molotov di Mapolsek Bontoala, Makassar, telah dilakukan olah TKP, serta pemeriksaan terhadap lima saksi. Kini Polisi mengaku telah mengantongi identitas pelaku.

Kelima orang saksi yang diperiksa antara lain Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin, anggota Polsek Brigadir Yudirsan, istri Kapolsek, anak Kapolsek, dan seorang warga yang melihat pelaku lari.

“Ini kan dari hasil penggambaran, istilahnya, dari keterangan saksi kira-kira pelakunya seperti apa ciri-cirinya kan ada beberapa kemarin sudah kami kasih keterangan. Katanya pelakunya orangnya tidak terlalu tinggi tapi kurus. Pakai baju abu-abu,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Dicky Sondani, dilansir detik.com.

Baca: Mapolsekta Bontoala Dimolotov, 2 Polisi Terluka

Baca: Mapolsek Bontoala Dimolotov, Tim Forensik Masih Telusuri Sumber Ledakan

“Kemudian nanti kita coba bandingkan dengan keterangan saksi yang kebetulan ada saat pelaku kabur lewat belakang Polsek, itu ada saksi yang melihat,” lanjutnya.

Dicky mengatakan pengambilan keterangan saksi ini adalah proses pencocokkan antara keterangan saksi korban dan saksi yang melihat kaburnya terduga pelaku. Menurut Dicky, keterangan itu kemudian dicocokkan kembali dengan rekaman CCTV di lokasi.

“Ini kan hasil semua keterangan ini, informasi ini, kami kumpulkan. Kami jadikan satu, bagaimana, sudah ada lah kira-kira, mengarah kepada siapa kan misalnya gitu,” kata Dicky lagi.

Namun, Dicky masih menutup rapat informasi mengenai terduga pelaku. “Karena masih rahasia dan kami tidak mau bocor. Ya nanti kalau sudah ada pelakunya kira-kira siapa, tentu secepatnya kami akan rilis kembali,” ujarnya.

Hingga kini masih kuat dugaan serangan bom molotov itu dilakukan 2 orang. Tetapi tidak menutup kemungkinan pelaku berkurang atau bahkan bertambah. “Tapi perkembangan ini kan bisa berubah. Bisa berkurang, bertambah, kita lihat. Ini kan Polda (Sulsel) sama Densus 88 juga masih bekerja sampai malam ini,” tukasnya.

Serangan bom molotov terjadi di Mapolsekta Bontoala, pada Senin (1/1) pukul 03.30 WIB dini hari. Akibatnya, Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin dan seorang anggotanya Brigadir Yudirsan terluka akibat serpihan ledakan.

loading...