DPP PAN Mulai Ragukan Prof Andalan

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM
Partai besutan Amin Rais ini nampak ragu, setalah kabar partai Gerindra akan menarik dukungan dari pasangan Prof Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan).

Partai Gerindra mengisyaratkan untuk mengalihkan dukungan ke Agus Arifin Nu’mang berpasangan dengan Mayjen TNI Tanribali Lamo, yang juga mantan calon wakil dari Bupati Bantaeng ini.

Wakil Ketua DPP PAN Yandri Susanto mengungkapkan dukungan PAN ke pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman masih belum aman. Meskipun partainya pernah memberikan rekomendasi dukungan kepada pasangan calon kandidat tersebut beberapa bulan lalu.

“Kalau saat ini kita, masih di pak Nurdin Abdullah itu betul. Tapi soal kita sampai ke KPU atau pencalonan resmi belum bisa kita jamin. Karena Gerindra saja tinggalkan pak Nurdin Abdullah. Jadi belum ada kata aman,” kata Yandri, saat di hubungi, Kamis (4/1/2018).

Ia menjelaskan dalam politik tidak ada yang pasti. Apalagi dinamika politik yang berkembang belakangan ini, sehingga bisa saja PAN mencabut rekomendasi dan mengalihkan ke kandidat lain di Pilgub Sulsel.

“Rekomendasi ke NA belum kami cabut dan kemungkinan mencabut itu masih ada,” terang Yandri.

Ia juga tak membantah soal Gerindra yang membangun komunikasi dengan beberapa partai termasuk PAN untuk mengalihkan dukungan kepada Agus Arifin Nu’mang. Bahkan ia mengaku Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketum PAN Zulkifli Hasan pernah menyinggung soal kondisi terkini di Pilgub Sulsel.

“Tadi malam (Rabu 3 Januari) bang Zul, Prabowo dan Shohibul Imam (Presiden PKS), ketemu termasuk saya juga ikut dan secara spesifik belum dibahas tapi disinggung sedikit aja (Soal Pilgub Sulsel),” terang Yandri.

Soal peluang NA mengendarai PAN di Pilgub, kata dia, masih 50 persen. Menurutnya keraguan PAN mendukung NA atas pertimbangan internal bukan karena PDIP yang berada dalam lingkaran koalisi tersebut.

“Peluang kita mendukung Nurdin Abdullah dan tidak mendukung Nurdin Abdullah masih sama. Ini hanya ada pertimbangan lain di internal partai. Bukan karena PDIP di koalisi partai pendukung Nurdin Abdullah,” pungkasnya.

loading...