Gempur Terpental di Bina Marga, Kejati Akan Usut Pembangunan Jalan di Enrekang

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (GEMPUR) lakukan aksi unjuk rasa tuntut dugaan korupsi proyek di Jl. Enrekang yang menghabiskan anggaran sekitar Rp 9 Miliar lebih di Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Sulselbar, Jl AP. Pettarani, Senin (8/1/2018).

Anggaran Rp 9 Miliar lebih yang dikelolah oleh PT. Sabar Jaya Pratama diduga sejumlah mahasiswa Gempur tidak sesuai dengan prosedur yang ada.

BACA: Anti Mafia Hukum Tuntut Tetapkan Tersangka Kasus Ketapang

Olehnya itu, Jenderal Lapangan Aksi Adhi Kansas dalam orasinya meminta kepada Kadis Bina Marga untuk mengevaluasi kinerja PT Sabar Jaya Pratama.

“Kadis Bina Marga harus evaluasi kinerja PT. Sabar Jaya Pratama, jika tidak mampu mundur dari jabatannya,” ungkap Adhi dalam orasinya, Senin (8/1/2018).

Berselang beberapa menit Gempur melakukan aksi unjuk rasa, Kadis Bina Marga Muh Amin Yakue menemui massa aksi. Namun, tuntutan Gempur ditolak mentah-mentah.

“Tidak menerima tuntutan pengunras dan tidak mengetahui tentang persoalan itu,” ungkap Muh Yamin dihadapan massa.

Tidak terima, Gempur kemudian melanjutkan aksinya di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Sulselbar, Jl. Urip Sumoharjo untuk meminta agar tuntutannya di tindak lanjuti. Keinginan tersebut akhirnya diterima oleh Kasi Penerangan dan Hukum Salahuddin, SH.MH.

“Kami menerima tuntutan dan akan menindak lanjuti persoalan ini,”terangnya.

Penulis: Satriawan

loading...