Dewan Harap Musrenmbang Bukan Sekedar Kegiatan Seremoni

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Dalam rangka merumuskan dan menentukan program prioritas usulan rencana pembangunan di lingkup Pemerintahan Kota Makassar, sejumlah kelurahan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang).

Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar, Abdi Asmara, berharap hasil Musrembang bisa bersinergi dan seiring dengan hasil reses anggota DPRD Makassar.

“Musrembang itu sangat penting, sebab melibatkan berbagai komponen masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah untuk merumuskan pembangunan. Hasilnya kemudian diharpakan bisa seiring dengan hasil reses teman-teman di DPRD,” ujar Abdi, yang ditemui di ruang Komisi A DPRD Makassar, Rabu (10/1/2018).

Menurutnya, Musrenbang dimaksudkan sebagai forum musyawarah perencanaan pembangunan yang mengakomodasi peran-peran segenap komponen masyarakat, sebagai media koordinasi, komunikasi dan konsultasi program pembangunan dengan fokus pada realisasi kebutuhan masyarakat secara nyata. Sedangkan yang menjadi tujuannya adalah membahas, menilai dan menyepakati prioritas kegiatan pembangunan sesuai dengan Rencana Kerja Satuan Kerja Pemerintah Daerah (Renja SKPD) yang telah dikomplikasi dengan hasil reses anggota dewan di wilayah masing-masing.

“Musrenbang menghasilkan konsensus, komitmen, kesepakatan dan kemitraan antara pemerintah dengan pelaku pembangunan, mewujudkan kualitas perencanaan-perencanaan pembangunan dengan lebih meningkatkan kemampuan mengakomodir aspirasi masyarakat, memberdayakan masyarakat dan memberdayakan sumber daya lokal,” bebernya.

Olehnya itu, legislator asal partai Demokrat ini mengingatkan agar Musrenbang yang digelar tidak hanya sekedar seremonial saja agar ketika usulan-usulan yang mengemuka bisa terealisasi. Ia juga meminta agar para RT-RW, LPM, Lurah hingga Camat senantiasa menjalin komunikasi bersinergi dengan anggota DPRD disaat reses.

“Musrenbang jangan hanya sekedar seremoni saja, yang hasilnya kemudian tidak dikawal. Akhirnya pembangunan kerap salah sasaran. Jadi peranan RT/RW, LPM, Lurah hingga camat harus mengawal hasilnya, kemudian dikomunikasikan dengan anggota dewan saat reses, sehingga jelas apa yang menjadi prioritas dan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Penulis: Muhammad Adlan

loading...