Tiga Fakta Penting Penculikan Balita Hanum, Nomor Tiga Bikin Nangis

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Aksi penculikan balita Hanum (1,4), di Jalan Pendidikan Raya Kompleks IKIP Blok F2 No 12, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Makassar menggemparkan.

Terlebih karena korban dari penculikan ini adalah Hanum, seorang balita mungil. Hanum sempat menghilang kurang lebih 6 jam, sebelum berhasil ditemukan.

Baca: Kisah Dibalik Penemuan Balita Mungil Hanum

Berikut ini Sulselekspres.com merangkum beberapa fakta penting seputar penculikan balita mungil Hanum, yang belum banyak diketahui.

1. Hanum Tak Diberi Makan Oleh Pelaku

Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono memberikan hadiah boneka terhadap Hanum/ist

Balita tak berdosa Hanum, selama berada ditangan 4 orang pelaku penculikan harus menanggung rasa lapar dan haus lantaran tak diberi makan.

Hanum diculik pada Selasa 10 Januari sekitar pukul 10.30 Wita dan baru ditemukan sekitar pukul 17.00 sore hari.

Baca: Karena Ini, Pelaku Tega Culik Balita Mungil Hanum

Kondisi Hanum saat ditemukan dalam kondisi lemas. Sehingga penemu bayi, Mery Pasande langsung memberikan susu kepada Hanum saat dia temukan.

“Ini ibu (penemu bayi) berikan makan dan minum karena melihat kondisi balita yang kurang sehat. Mungkin tidak diberi makan seharian,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani (9/1/2017).

2. Pelaku Keluarga Dekat, Motif Sakit Hati, dan Minta Tebusan

Polisi berhasil amankan salah seorang pelaku (baju biru) penculik balita berusia 14 bulan.(Ist)

Siapa sangka, otak dari pelaku penculikan balita ini adalah ipar dari ayah Hanum. Bahkan dikabarkan kalau ayah Hanum dan salah seorang pelaku ini kawin kembar.

Empat pelaku saat ini sudah diamankan Tim Khusus (Timsus) Polda Sulsel dan unit Resmob Polrestabes Makassar.

Baca: Beredar Rekaman CCTV Balita Hanun Ditinggal di Tepi Jalan

Pelaku Yusfikar Madjid yang tidak lain adalah saudara ipar bapak dari balita Hanum melakukan aksi penculikan lantaran adanya rasa benci orang tua korban balita Hanum.

Selain ingin balas dendam, pelaku juga ingin meminta uang tebusan senilai Rp2 miliar hingga Rp3 miliar. Uang tebusan ini direncanakan akan dibagi rata.

Yusfikar sendiri adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Kabupaten Barru, Sulsel.

“Aksi penculikan akan diakhiri dengan minta uang tebusan Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar. Yusfikar mengajak tiga orang lainnya yakni Risal dan Ayu Yuliasri serta Anwar,” Kepala Sub Direktorat Pidana Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sulsel, Kompol Suprianto.

3. Ditemukan Tukang Ojek, Diselamatkan Ibu Merry

Mery Pasande, wanita yang menyelamatkan balita Hanum

Mery Pasande menceritakan kronologis dimana dirinya membawa Hanum ke Polsek Tamalanrea.

Baca: Seorang Ibu Selamatkan Balita Korban Penculikan di Makassar

Dia mengatakan, pada awalnya dirinya diberitahukan oleh seorang tukang ojek pengantar kiriman, akan adanya seorang balita ditaman Telkomas yang terletak di Satelit V.

Merry kemudian datang dilokasi untuk memastikan informasi tersebut.

Momen mengharukan terjadi, Merry yang awalnya hanya berniat melihat-lihat langsung didatangi Hanum. Hanum berjalan sendiri dan mendatangi Merry.

Baca: Kisah Dibalik Penemuan Balita Mungil Hanum

“Saya kesana dia juga dekatika. Saya angkat dan kemudian dia peluk leherku. Seolah ingin bilang, jangan lepaskan saya tante,” cerita Merry (53).

Merry selanjutnya membawa Hanum kedalam rumahnya dan memberikan Hanum susu. Ini sebelum dia bawah ke Polsek Tamalanrea.

Penulis: Satriawan

loading...