Wanita Tunawicara Ini Sulap Tali Kur Jadi Tas Bernilai Ekonomi

BERBAGI
Hasna (kanan)

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Di kalangan masyarakat umum keberadaan tas sudah menjadi salah satu kebutuhan, yang melengkapi tren fashion baik dikalangan muda bahkan sampai kalangan tua sekalipun. Saat ini, kebanyakan tas identik dengan kain ataupun kulit, tetapi tas yang terbuat dari tali khusus masih sangat jarang dijumpai.

Namun, ditangan salah seorang warga yang tinggal di RW 01 Kampung Baru Labempa, Kelurahan Lompoe, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, Hasna (29) yang juga tunawicara berhasil menyulap tali kur menjadi sebuah kerajinan tas yang mempunyai kreatifitas tinggi. Tas yang dihasilkan pun berbagai macam bentuk, yang dikombinasikan dengan berbagai warna agar hasil tas yang dibuat makin cantik.

Proses pembuatan tas dari tali kur ini, biasanya Hasna dibantu oleh kakaknya, Hasni. Tidak hanya memanfaatkan tali kur, mereka juga memakai barang bekas atau sampah plastik dalam membuat kerajinan tangan seperti dompet, tempat gelas serta keranjang.

Keterampilan membuat tas dari tali kur ini kata Hasni, dipelajari secara otodidak dengan memanfaatkan media internet, disamping hobi dan bakat yang terpendam dalam dirinya.

“Kira-kira setahun terakhir kami geluti kegiatan ini, tetapi pesanan sudah lumayan. Kami buat tas sesuai dengan pesanan orang dengan waktu pembuatan sekitar satu Minggu. Kalau ada event pameran juga kami sering ikut, yang dulunya hanya dipasarkan di tetangga,” bebernya, Rabu (11/01/2018).

Adapun tas hasil kerajinannya ini dibanderol dengan harga Rp 80 ribu sampai dengan Rp 400 ribu per tas. Sedangkan kerajinan dari barang bekas dan sampah plastik dibanderol dari harga Rp 35 ribu sampai dengan Rp 300 ribu per item.

“Keuntungan yang kami dapat ditiap tas tidak terlalu banyak, yang jelas barangnya cepat laku. Apalagi kami juga belum punya biaya operasional lainnya, hanya biaya bahan bakunya saja jadi pengeluaran masih terbilang minim,” ujarnya.

Terpisah, Camat Bacukiki, Iskandar Nusu mengaku sangat mendukung warganya yang menggeluti industri kreatif, terlebih dalam mendorong peningkatan ekonomi kreatif. Dirinya mengharapkan melalui industri kreatif ini akan mengurangi tingkat pengangguran khususnya di kalangan masyarakat Bacukiki.

“Ini adalah batu loncatan sebab melalui industri kreatif ini secara tidak langsung akan tumbuh lapangan-lapangan kerja sehingga membuat ekonomi mereka akan mandiri. Kalau masyarakat sudah mandiri dalam ekonominya tentu potensi daerah tersebut untuk maju dan makmur juga semakin cepat,” tandasnya.

Penulis: Luki Amima

loading...