Kecamatan Bacukiki Gagas RTH Vertikal Garden

BERBAGI

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM– Kebutuhan akan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai paru-paru Kota di tengah pembangunan yang kian pesat, menjadi sesuatu hal yang mutlak harus dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah tidak terkecuali Pemerintah Kota Parepare.

Keberadaan RTH berdasarkan amanat Undang-undang di mana mewajibkan setiap daerah menghadirkan kawasan RTH sebesar 30 persen, dari luas wilayah daerahnya masing-masing. Berbagai terobosan pun dilakukan Pemerintah Kota Parepare dalam mempercepat pencapaian target RTH khususnya di Kota Parepare.

BACA: Lestarikan Kearifan Lokal, Warga Bacukiki Gelar Festival Mallipa’

Salah satu terobosan yang dilakukan yaitu dengan membuat program “vertical garden” yang ditempatkan di lorong-lorong yang tersebar di kelurahan dan kecamatan. Seperti vertical garden di lorong Lapesona yang terletak di RT 02 RW 02 Harapan Kelurahan Lemoe Kecamatan Bacukiki Kota Parepare.

Camat Bacukiki, Iskandar Nusu mengungkapkan melalui penataan lorong dengan berwawasan lingkungan ini diharapkan dapat menambah ruang terbuka hijau khususnya diwilayah kecamatan Bacukiki.

“Kehadiran konsep vertical garden ini memang diharapkan dapat menambah pencapaian target 30 persen RTH dari yang kita targetkan hingga tahun 2031. Disamping ruang hijau yang telah dikonsep dalam sejumlah pembangunan yang dilakukan di Kota Parepare,” paparnya.

Dijelaskan Iskandar, lorong dengan konsep vertical garden merupakan solusi yang dinilai sangat tepat jika potensi ruang terbuka hijau dalam wilayah tersebut sudah tidak ada atau terbatas.

“Tentunya ini solusi paling cocok, seperti yang telah kita terapkan dibeberapa lorong yang ada di wilayah Bacukiki. Sisa bagaimana lorong-lorong ini tetap dijaga, dan itu butuh dukungan dari masyarakat setempat,” jelasnya.

Terpisah, Kabid Perencanaan Prasarana Wilayah dan Ekonomi Bappeda, Zulkarnaen menjelaskan hingga saat ini presentase pencapaian realisasi Ruang Terbuka Hijau khususnya di Kota Parepare kurang lebih 19,65 persen yang terbagi atas RTH publik dan privat. Hal inilah yang kemudian akan ditingkatkan pencapaiannya dengan menginventarisir potensi-potensi yang ada di tiap-tiap kelurahan dan kecamatan yang akan dijadikan kawasan RTH.

“Kami ingin tiap-tiap kelurahan dan kecamatan untuk segera menginventarisir wilayahnya yang berpotensi bisa dijadikan RTH baik publik maupun privat, termasuk taman yang ada di rumah-rumah warga untuk dimasukkan jadi RTH privat,” tandasnya.

Penulis: Luki Amima

loading...