Nurdin Halid: Kesatria Perantau Bugis Pulang Kampung

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – 60 tahun silam, dari tanah Arung Palakka, Kabupaten Bone, terlahir seorang lelaki kecil dari rahim seorang perempuan Bugis.

Lelaki yang dalam darahnya mengalir jiwa sebagai seorang perantau seperti suku Bugis kebanyakan. Terlahir sebagai seorang petarung. Prinsip hidupnya adalah keberanian, ‘Tidak ada pelaut Ulung yang lahir dilaut yang tenang’.

BACA: Waketum DPP Gerindra Akui Ketokohan Nurdin Halid

Dialah Nurdin Halid. Satu dari sekian tokoh Sulsel yang berhasil menaklukkan hidup ditanah rantau. Terlahir dari pasangan Andi Abdul Halid-Hj A Haking Petta Nyalla. Ayahnya adalah seorang guru dan ibundanya hanya ibu rumah tangga biasa.

Nurdin Halid terlahir tanpa nama besar. Sejak kecil dia ditempa oleh kerasnya hidup. Nurdin pernah cerita bahwa gaji orangtua selalu hanya bisa menutupi seluruh kebutuhan keluarga selama 15 hari. Selebihnya, ekonomi keluarga ditopang oleh hutang.

Sejak kecil, Nurdin terbiasa menghadapi kerasnya hidup. Hal ini pulalah yang menempa dirinya, tumbuh sebagai seorang lelaki Bugis patarung.

Kurang lebih 20 tahun lamanya pria kelahiran 17 November 1958 ini melanglangbuana ditanah rantau. Namanya tidak hanya berkibar dalam negeri, tapi hingga keluar negeri. Dia saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Koperasi Asia Pasifik.

Selanjutnya…

loading...