Survei PSI Unggulkan Iksan Iskandar di Pilkada Jeneponto 

BERBAGI
Direktur IPI Suwadi Idris Amir bersama dua pengamat politik yakni Arqam Azikin dan Arief Wicaksono pada Dialog Publik di Warkop 212 Panakkukang, Sabtu (20/1).
MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Tingkat keterpilihan atau elektabilitad Bupati Jeneponto Iksan Iskandar masih teratas dari tiga pasangan yang menjadi rivalnya di Pilbup 27 Juni mendatang.
Elektabilitas Iksan yang menggandeng Paris Yasir berada di posisi 52,4 persen. Sementara pasangan Mulyadi Mustamu-Kasmin Makkamula 20,2 persen. Untuk pasangan M Syarif- Thahal Fasni sebesar 10, 4 persen. Adapun pasangan calon  perseorangan Baharuddin Baso Jaya-Isnad Ibrahim hanya  5,2 persen. Sementara yang belum menentukan sikap masih ada 11, 9 persen.
Hasil survei tersebut dipaparkan PT Pedoman Suara Indonesia (PSI) dalan dialog Publik yang digelar di warkop 212 Panakkukang, Sabtu (20/1).
Dalam dialog dengan tema menakar kekuatan petahana di Pibup Jeneponto, PSI yang melakukan survei pada 11 hingga 16 Desember 2017 lalu juga memaparkan kinerja petahana di Jeneponto.
Direktur Indeks Politika Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir mengemukakan bila Pilbup Jeneponto sangat menarik karena bupati petahana dilawan  oleh orang orang dekatnya. Meski demikian Suwadi memprediksi bila petahana masih tergolong kuat sebab masih berada di posisi 52 persen. “Meski dilawan oleh wakil bupati, sekda serta ketua DPRD, tapi petahana masih unggul karena mendapat 52 persen”ujar Suwadi.
Dosen politik Unibos Dr Arif Wicaksono menilai jika Pilbup di Jeneponto sesungguhnya beda dengan daerah lain. ” inilah sesungguhnya pertarungan dinasti karena hampir tidak ada orang lain yang bertarung. Mereka berasal dari satu rumpun yang ingin bertarung”ujar Arief.
Sementara itu Dr Arqam Azikin melihat Pilbup Jeneponto sangan erat kaitannya denga aroma Pilgub Sulsel. Rendahnya survei Mulyadi bisa jadi karena calon gubernur belum ada yang fokus di wakil bupati.”Tapi kalau ada cagub yang fokus ke Mulyadi maka elektabilitas Mulyadi akan naik”ujar Arqam.
Menurut Arqam,  peluang pergeseran dukungan masih bisa terjadi termasuk jika Iksan dan Mulyadi sudah mundur dan ada plt.
Dialog publik juga dihadiri  Dr Firdaus Muhammad, Bastian Jabir Pattara dan Muannas.
Penulis: Abdul Latif

loading...