Usai Kukuhkan Relawan NA Berkunjung ke Sinode Gereja Toraja

BERBAGI
MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Sebelum meresmikan Posko Relawan Prof Andalan Toraja Community bakal calon Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) menyempatkan diri berkunjung ke kantor Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja di Rantepao, Toraja Utara, Senin (21/1/2018).
Prof Nurdin bersilaturahmi dengan para pengurus Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja, guna menjaring aspirasi dan harapan umat Kristiani Toraja untuk kemajuan pembangunan di Sulsel.
Kedatangan Prof Nurdin dan rombongannya disambut Ketua Umum Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja Pendeta Musa Salusu, Ketua Dewan Pertimbangan Gereja Toraja Pendeta Daud Sangka Palisungan dan anggota Badan Pekerja Gereja Toraja lainnya.
Pendeta Musa Salusu dalam sambutannya, menyebutkan sosok Prof Nurdin selama memimpin Bantaeng berhasil menjaga kerukunan umat beragama di daerahnya, khususnya menjaga kerukunan dan kelancaran jemaat Kristiani asal Toraja untuk menjalankan ibadahnya di Bantaeng.
“Prof Nurdin sangat perhatian pada masyarakat Kristiani, khususnya di Bantaeng, di tempat ini kami terbuka menerima siapa saja yang ingin membangun daerah, kebetulan Prof Nurdin kandidat pertama yang berkunjung, kami harapkan bisa ikut memajukan perekonomian jemaat kami bila nanti terpilih,” ujar Pendeta Musa, melalui rilis tim media Prof Andalan kepada Sulselekspres.com.
Sementara menurut Prof Nurdin, Toraja merupakan aset dunia yang kaya dengan potensi alam dan budayanya. Destinasi pariwisata di Toraja sangat dikenal di mancanegara, khususnya Eropa dan Jepang. Terciptanya propinsi yang berbudaya di Sulsel, lanjut Prof Nurdin, akan memudahkan masuknya investor guna membangun bersama pemerintah daerah dan masyarakat di Sulsel.
“Toraja adalah aset dunia, tidak sulit untuk dijual di mancanegara, di Eropa, Jepang kalau bicara Indonesia pasti kenal Bali dan Toraja, apalagi Kopi Toraja sudah mendunia. Kita ingin mendorong Toraja menjadi kawasan wisata dunia, dengan dukungan infrastruktur dan konektifitas, harus ada airport dan rumah sakit berstandar internasional, pariwisata Toraja tumbuh bersama sumber ekonomi lainnya,” pungkas Prof Nurdin.
Usai melakukan lawatan di Toraja, Prof Nurdin akan melanjutkan perjalanannya ke daerah-daerah terpencil dan terisolir di Luwu, seperti Bastem, Seko dan Rampi. Kunjungan Prof Nurdin di kawasan terpencil Luwu untuk melihat apa yang segera harus dibangun bila nanti terpilih sebagai Gubernur Sulsel periode mendatang.
Penulis: Abdul Latif

loading...